APINDO: RUU SDA Berpotensi Merusak Iklim Investasi
Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritisi rencana pembuatan Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air (RUU SDA) oleh pemerintah. Pihaknya menyesalkan arah tujuan pembentukan RUU SDA karena dapat berpotensi merusak iklim investasi.
Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani menyebut, pembentukan RUU tersebut ditengarai mencari pemasukan untuk negara dengan mengatasnamakan BUMN dan BUMD.
“Di dalam konteks pengelolaan oleh BUMN itu justru negara tidak punya investasi untuk SDA. Ini kami khawatirkan swasta akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal,” ujar Hariyadi Sukamdani di Jakarta 21 Agustus 2018.
Baca juga: IFC: Peluang Investasi Hijau di RI Bisa Sentuh US$274 Miliar
Selain itu pihaknya menyampaikan keberatan mengenai kewajiban pengusa menyisihkan 10 persen dari keuntungannya untuk konservasi air. Hal ini dinilai akan sangat memberatkan industri karena angka 10 persen dinilai sangat besar dan arah rumusan UU tersebut belum memiliki orientasi yang jelas.
“Setiap perusahaan harus meyediakan 10% dari keuntungan untuk biaya koservasi air. Saya tidak tahu dasar pemikirannya apa? tapi dalam rancangannya itu ada,” kata Hariyadi.
Ia mempertanyakan dasar pemerintah dalam merumuskan RUU SDA tersebut karena dinilai tidak berbanding lurus dengan upaya pemerintah memberikan kemudahan bagi dunia usaha. Menurutnya selain berpotensi menyulitkan dunia usaha, RUU SDA juga belum menyerap aspirasi industri secara keseluruhan. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More