APINDO Khawatirkan Kinerja Menteri yang Rangkap Jabatan Timses
Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritisi keputusan pribadi beberapa menteri untuk ikut terlibat dalam tim sukses (Timses) pemenangan Calon Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.
Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pihaknya mengkhawatirkan kinerja menteri yang merangkap jabatan tersebut nantinya akan menurunkan kinerjanya.
“Saya sih khawatir tugas publik tidak tertangani. Soalnya timses itukan harus konsentrasi, semoga bisa bagi waktunya aja sih,” kata Hariyadi di Jakarta Selasa 21 Agustus 2018.
Dirinya berharap, para menteri dapat terus menjaga komitmennya untuk berkerja dengan baik tanpa ada kepentingan pribadi maupun politik. Hariyadi berharap mereka dapat memisahkan dimana tugas politik dan dimana tugas kementerian.
Baca juga: Kemenkeu Akui Depresiasi Rupiah Pengaruhi Utang Pemerintah
“Tentunya pembagian tugas jadi penting ya, yang penting semoga bisa bagi waktu,” tambah Hariyadi.
Sebagai informasi, beberapa menteri yang dikabarkan masuk timses tercatat masih menjabat menjadi Menteri Pemerintahan Jokowi. Tercatat terdapat tiga menteri Kabinet Kerja masuk dalam daftar anggota tim sukses bakal capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More