Moneter dan Fiskal

Apindo: Kenaikan Harga BBM Wajar, Tapi Dilematis

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kenaikan harga bahan bakar minyak dan listrik akibat pencabutan subsidi oleh pemerintah merupakan hal wajar. Akan tetapi, kondisi ini juga harus disesuaikan secara bertahap agar tidak menimbulkan masalah lain di tengah masyarakat apalagi di saat bulan ramadan sekarang ini.

“Selama ada subsidi yang jumlahnya sedemikian besar itu pasti akan problem terus tapi kalau kita mau secara bertahap mengendalikan pada posisi yang realiatis masyarakat juga akan ditrigger untuk hemat, karena kalu tidak akan rame terus,” ujar Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani dalam diskusi Infobank bertema ‘Harga Kian Mahal, Recovery Terganggu?’ secara virtual, 7 April 2022.

Dirinya juga menyoroti masih banyaknya masyarakat Indonesia yang menerima bantuan atau subsidi pemerintah. Dalam jangka panjang, menurutnya, pemerintah harus bisa memandirikan masyarakat secara ekonomi agar tidak bergantung terhadap subsidi pemerintah.

“Seratus juta lebih masyarakat Indonesia menerima subsidi. Tentu ini tidak sehat sebagai suatu bangsa dan kita selalu dilenakan dengan hal seperti ini. Jadi subsidi menurut pandangan kami dalam jangka panjang juga harus bisa dikonversikan melalui kemandirian untuk bangsa kita itu supaya bisa mandiri secara ekonomi,” ungkap Hariyadi.

Apalagi subsidi, kata dia, selama ini menjadi beban yang sangat besar bagi APBN. Dengan adanya konflik Rusia dan Ukraina yang berdampak pada ekonomi global, maka akan mendongkrak harga minyak mentah. Dirinya berasumsi bahwa jika harga minyak mentah naik hingga USD100 per barrel maka subsidi pemerintah juga akan membengkak menjadi kisaran Rp180 triliun sampai Rp200 triliun.

“Apakah kita akan kuat menanggung beban dari subsidi yang semakin besar itu?,” ungkap Hariyadi.

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, belanja subsidi sudah mencapai Rp10,2 triliun per Januari 2022. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya Rp2,3 triliun.

Adapun belanja subsidi energi ditujukan untuk subsidi BBM dan elpiji 3 kg. Selanjutnya subsidi pupuk sebesar 0,7 ton, subsidi suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp0,35 triliun di 2021 menjadi Rp0,58 triliun di 2022, dan kredit KUR dari Rp13,42 triliun naik ke Rp23,16 triliun. (*) Dicky F. Maulana.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Asing Net Buy Rp1,09 Triliun, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Diborong

Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More

14 mins ago

Danantara Targetkan Reformasi Besar Bank Himbara pada 2026

Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More

24 mins ago

OJK Ungkap Alasan Banyak Cabut Izin Usaha BPR dan BPRS

Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More

56 mins ago

IHSG Sesi I Hijau di 9.046, Sempat Cetak ATH Baru

Poin Penting IHSG menguat tipis 0,16% pada sesi I perdagangan Kamis (15/1) ke level 9.046,83… Read More

2 hours ago

Konsumsi Diproyeksi Pulih 2026, Bank Mandiri Ungkap Faktor Pendorongnya

Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More

2 hours ago

OJK Ungkap Perkembangan Spin Off UUS Perusahaan Multifinance

Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More

2 hours ago