Bali– Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mengaku terus mengantisipasi menjamurnya perusahaan financial technology (fintech). Perkembangan fintech yang pesat dinilai akan menggerogoti profesi pialang saham (broker) perusahaan sekuritas.
“Oang sudah punya Single Investor Identification (SID), bukan tidak mungkin suatu saat fungsi broker tidak ada lagi, kecuali dia pemegang saham. Fungsi itu hilang digantikan oleh mesin bahkan dengan Iphone,” ujar John C.P Tambunan selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) di Hard Rock Hotel Bali, Jumat 15 Desember 2017.
Sementara itu, Komite Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto menilai, regulator pasar modal dalam hal ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dirasa perlu untuk terus mengawasi dan mengatur perkembangan fintech kedepan.
“Kita sudah melakukan hearing dengan OJK dalam hal ini pak Hoesen, dan beliau sangat setuju bahwa fungsi intermediate di sini harus dikuatkan,” tambah Budiyanto
Dirinya menambahkan, perkembangan fintech kedepan tidak bisa dianggap remeh. Dirinya menyebut pada saat ini tren trasaksi saham di bursa 60 persen dilakukan oleh investor domestik.
Selain itu, sebagai informasi dari data lembaga survei Statista menunjukkan, nilai transaksi perusahaan fintech di Indonesia sepanjang tahun 2017 ini diprediksi akan tumbuh 27,5 persen menjadi US$ 18,65 miliar, dibandingkan tahun lalu yang sebesar US$ 14,5 miliar.(*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More