Menko Darmin: Rupiah Berpeluang Menguat Asal Tekanan Global Mereda
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola dengan cermat dan penuh kehati-hatian, termasuk dalam hal pembiayaan.
“Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif itu pada dasarnya oke, kecuali yang produktifnya enggak benar, tapi ini kan benar,” ujar Darmin seperti dikutip dari laman Kemenkeu, di Jakarta, Jumat, 20 Oktober 2017.
Hal produktif yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Dalam tiga tahun pemerintahan, kata dia, sudah terbangun sekitar 2.623 km jalan baru, yang terdiri dari jalan nasional dan jalan tol.
Baca juga : Jokowi Minta APBN 2018 Fokus Atasi Kemiskinan
Selain itu, pemerintah juga sudah membangun jaringan irigasi baru yang luasnya 1 juta hektar, serta membangun 30.000 meter jembatan, meningkatkan akses air bersih, sanitasi dan persampahan, dan juga akses perbaikan kawasan permukiman.
Menurutnya, saat ini pemerintah juga tengah melakukan pembangunan 65 bendungan, dimana 49 bangun baru dan 16 sisanya merupakan bangunan terusan yang sudah ada. “Kalau dihitung infrastruktur yang dibangun saja sudah banyak sekali,” ucapnya.
Dia memastikan, efek dari program dan kebijakan pembangunan bukan sementara, namun akan terasa dalam jangka menengah panjang. “Jadi, sudah ngitung-ngitung keseimbangan, namanya membangun sesuatu yang produktif itu jangka panjang,” tutupnya. (*)
Poin Penting IHSG perdagangan perdana 2026 ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13 dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting BEI menargetkan pasar modal RI masuk 10 besar bursa dunia pada 2030 melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya optimistis IHSG tembus 10.000 pada akhir 2026, meski penutupan 2025 hanya… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo kembali absen di pembukaan perdagangan BEI 2026 karena menjalani kunjungan kerja… Read More
Oleh Wilson Arafat, Governance, Risk & Compliance (GRC) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) Specialist… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,90% ke level 8.724,90 dengan nilai transaksi mencapai Rp11,86… Read More