Ilustrasi: Defisit RAPBN 2026/istimewa
Jakarta – Kementerian Keuangan RI melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami surplus pada April 2023 sebesar Rp234,7 triliun atau 1,12% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kondisi keuangan negara berhasil mencetak surplus ini didorong oleh pendapatan negara sebesar Rp1.000,5 triliun atau 46% dari APBN, atau naik 17,3% yoy. Kemudian juga didukung oleh setoran pajak hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Tercatat, penerimaan pajak pada April 2023 mencapai Rp782,7 triliun atau 40,6% dari target APBN tahun ini, atau tumbuh 17,3%.
“Jadi dalam 4 bulan pertama dari APBN, kita mengalami surplus dari keseimbangan primer maupun total overall balance,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam APBN KiTa, Senin, 22 April 2023.
Baca juga: Penerimaan Pajak Negara Tembus Rp688,15 Triliun
Lebih lanjut, PNBP sebesar Rp217,8 triliun tumbuh 22,8%. Kemudian, dari sisi belanja, Menkeu mencatat belanja negara sudah terealisasi Rp765,8 triliun, tumbuh 2%. Realisasi tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp522,7 triliun, tumbuh 2,9%. Sementara transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp243,1 triliun tumbuh 0,3%
Menkeu melanjutkan, keseimbangan primer juga mencatatkan surplus sebesar Rp374,3 triliun, melonjak tinggi dibandingkan tahun lalu yang surplus sebesar Rp220,5 triliun, naik 69,7%.
“Dengan demikian kondisi APBN tahun lalu yang sangat baik tahun ini masih lebih baik hingga bulan April 2023. dari sisi pembiayaan kita front loading karena mengantisipasi kenaikan suku bunga, sehingga pembiayaan anggaran sudah tercapai Rp223,9 triliun atau naik 56,3%,” ucap Sri Mulyani. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More
Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More