Ilustrasi: Defisit RAPBN 2026/istimewa
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan postur makro fiskal di 2024, dia menyebutkan bahwa pemerintah menganggarkan pendapatan negara sebesar Rp2.719,1 triliun – Rp2.865,3 triliun pada 2024. Sementara itu, belanja negara sebesar Rp3.215,7 triliun – Rp 3.476,2 triliun.
“Tahun depan kita desain primary balance mendekati sedekat mungkin balance, atau nol, ini untuk betul-betul menjaga kesehatan APBN,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2023, Kamis, 6 April 2023.
Sehingga, defisit APBN pada 2024 ditetapkan 2,16% – 2,64% dari PDB. Kemudian, penerimaan pajak dan Bea Cukai, dan PNBP diperkirakan akan mencapai masing-masing Rp2.280,3 triliun – Rp 2.355,8 triliun dan Rp436,5 triliun – Rp504,9 triliun.
Selain itu, belanja pemerintah pusat diperkirakan sebesar Rp2.400,7 triliun – Rp2,631,2 triliun. Sedangkan, untuk transfer ke daerah akan mencapai Rp815 triliun – Rp845 triliun.
Menkeu mengungkapkan, peningkatan kualitas belanja daerah dalam rangka pengendalian inflasi di daerah dan mendorong peningkatan investasi di daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi, peningkatan daya beli masyarakat serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
“Apa yang akan menjadi prioritas yang telah kita identifikasi bersama teman-teman Bappenas, yaitu untuk belanja K/L selain harus meningkatkan kualitas belanja di dalam mendukung transformasi ekonomi, reformasi birokrasi, infrastruktur, dan SDM. Ada belanja khusus tahun depan yang perlu diperhatikan, pembangunan IKN jelas itu sudah mulai tahun ini dan tahun depan, pemilu 2024, dan pilkada pada ujung 2024,” tambahnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More