Jakarta–Ditektur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M. Choliq mengungapkan, hingga akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo pada tahun 2019, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sanggup membiayakan sekitar Rp1.500 triliun dari kebutuhan pembangunan infrastruktur yang di proyeksikan hingga Rp5.000 triliun.
“Pembiayaan infrastruktur pada lima tahun pemerintahan hingga 2019 hanya dapat memenuhi Rp1.500 triliun dari kebutuhan Rp5.000 triliun,” ungkap Choliq di Kampus Magister UGM, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.
Baca juga: 4 Skema KPBU Jadi Opsi Pembiayaan Infrastruktur
Ia mengungkapkan, saat ini Waskita telah memiliki management yang baik dengan peningkatan aset yang bagus dari awalnya pada tahun 2008 hanya memiliki aset sekitar Rp2,2 triliun.
“Kebutuhan infrastruktur ini tentu akan kita tangani dengan baik dengan sistem yang baik, dari 2008 yang hanya mempunyai aset Rp2,2 triliun. Hingga akhir 2016, naik jadi Rp61,4 triliun. Naik 30 kali lipat dalam tempo 8 tahun,” jelas Choliq.
Baca juga: Alokasi Dana Pensiun ke Infrastruktur Diharap Lebih Besar
Menurutnya, peningkatan perusahaan Waskita paling terasa pada 2014 hingga 2016 dampak dari bisnis model Waskita. Dengan memiliki 24 anak cucu perusahaan.
Ke depan, ia berharap Waskita dapat memenuhi target yang telah dibuat oleh Presiden Jokowi agar dapat merealisasikan sekitar 2.000 Km jalan tol hingga tahun 2019. “Tentunya kita berharap dan optimis dapat merampungkan sisa pembangunan ruas tol hingga 2.000 Km sampai tahun 2019,” tutup Choliq. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group SEGALANYA bisa terjadi. Tatatan bisa saja tinggal… Read More
Kampanye ini merupakan bagian dari inisiatif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendorong masyarakat… Read More
Poin Penting SBN Ritel masih layak dibeli tahun ini karena bersifat stabil, berisiko rendah, dan… Read More
Poin Penting Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara… Read More
Poin Penting Bisnis bancassurance Bank DBS Indonesia tumbuh double digit sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Rupiah melemah ke Rp16.955 per dolar AS, namun pemerintah menegaskan pelemahan ini tidak… Read More