News Update

APBN 2025 Defisit 2,92 Persen, Wamenkeu Bilang Begini

Poin Penting

  • APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3 persen sesuai UU sebagai wujud disiplin fiskal pemerintah.
  • Realisasi belanja negara mencapai Rp3.451 triliun, difokuskan untuk program prioritas di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
  • Subsidi dan kompensasi energi menjadi pos terbesar senilai Rp305,2 triliun, disusul program makan bergizi gratis (MBG) Rp51,5 triliun.

Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencatat defisit 2,92 persen. Kementerian Keuangan menegaskan, defisit tersebut tetap berada dalam koridor aman untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Lebih dari itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, defisit 2,92 persen mencerminkan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal sesuai amanat Undang-undang Keuangan Negara.

“Angka defisit sebesar 2,92 persen dari PDB ini menunjukkan bahwa kami, pemerintah, akan tetap konsisten menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari PDB. Ini adalah komitmen kami karena ini menunjukkan konsistensi dan juga menunjukkan disiplin fiskal,” ungkap Suahasil dalam acara CFO Club Indonesia New Year’s Gathering pada Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: Soal Defisit APBN 2025, Puan Maharani Tegaskan DPR akan Perketat Pengawasan APBN 2026

Batas maksimal defisit APBN sebesar 3 persen tercantum dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, khususnya Pasal 12.

Suahasil mengakui, kondisi ekonomi sepanjang 2025 cukup menantang akibat berbagai gejolak global dan domestik. Meski demikian, pemerintah mampu menjaga stabilitas melalui belanja negara yang terukur.

“Dari belanja negara di Rp3.621 triliun yang diperkirakan di APBN,  kami realisasikan di 31 Desember sebesar Rp3.451 triliun. Ini tentu dilakukan dengan orkestrasi belanja negara yang dilakukan oleh seluruh kementerian lembaga dan juga pemerintah daerah. Dan seluruh orkestrasi itulah yang membuat defisitnya di 2,92% dari PDB,” paparnya.

Ia menambahkan, belanja pemerintah pusat sekitar Rp1.500 triliun difokuskan untuk mendukung program prioritas presiden, dengan total realisasi belanja prioritas mencapai Rp805,4 triliun.

“Belanja negara, yang belanja pemerintah pusat, sekitar Rp1.500 triliun, itu mendukung program prioritas pemerintah dan Bapak Presiden. Sementara, total belanja prioritas yang direalisasikan sebesar Rp805,4 triliun,” lanjut Suahasil.

Baca juga: Defisit APBN Tembus 2,92 Persen, Airlangga: Masih Aman

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, pos belanja terbesar dalam APBN 2025 adalah subsidi dan kompensasi energi yang mencapai Rp305,2 triliun.

Sementara itu, program makan bergizi gratis (MBG) menjadi program unggulan kedua dengan alokasi anggaran sebesar Rp51,5 triliun. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

17 hours ago

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan… Read More

21 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

22 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

22 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago