Categories: NasionalNews Update

Apakah Vaksin Booster COVID-19 Efektif? Ini Penjelasannya

Jakarta – Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, secara keilmuan, vaksin booster atau dosis ketiga memang dibutuhkan. Hal itu untuk mengantisipasi dampak dari lahirnya varian atau mutasi baru virus corona yang dapat menurunkan efikasi dari vaksin COVID-19 yang sudah ada pada saat ini.

Kendati demikian, lanjut Dicky, pemberian booster sendiri saat ini belum mendesak. Vaksin booster sendiri diprioritaskan kepada masyarakat yang rentan, seperti tenaga kesehatan, lansia, dan yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Booster vaksin untuk umum bisa diberikan apabila sebuah negara sudah lebih dari 50% , dan total populasi dunia yang sudah menerima dosis pertama dan kedua mencapai 40% .

Dicky menjelasakan, ketika ada negara atau wilayah di dunia belum mencapai setengahnya masyarakat yang divaksin, maka masih bisa berpotensi munculnya varian baru. Oleh karena itu jawabannya secara etika, secara strategi itu belum tepat.

Kemudian, kapan tepatnya? “Setidaknya pada saat negara itu 50% plus sudah (divaksin), dan secara total dunia ini setidaknya 40%  (sudah divaksin),” ungkap Dicky seperti dikutip dari VOA.

Lalu, seberapa efektifkah pemberian dosis ketiga untuk menangkal virus Covid-19? Dicky menjelaskan ada empat manfaat yang diharapkan tercipta dari pemberian vaksin booster tersebut yakni efektivitas dalam mencegah infeksi, efektivitas mencegah keparahan, efektivitas mencegah kematian, dan efektivitas mencegah penularan.

Dari empat hal tersebut, lanjutnya, yang sudah terbukti adalah mencegah keparahan dan kematian. Namun, sayangnya belum bisa mencegah terkena infeksi dan penularan.

“Sehingga itulah sebabnya bicara herd immunity ya lama, karena kalau bicara hal itu harus ada vaksin yang bisa mencegah penularan. Jadi harus tercapainya threshold-nya dulu. Oleh karena itu, maka efektivitas pemberian vaksin mau itu dosis ke satu, dua, tiga, empat dan selanjutnya, akan sangat bergantung pada kombinasi strategi kesehatan masyarakat yakni 3T dan 5M, dan pembatasan secara umum seperti PPKM ataupun pengetatan di pintu masuk Indonesia,” pungkasnya.(*)

Dwitya Putra

Recent Posts

1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting OJK mencatat 1.399 unit ATM tutup, sehingga total mesin ATM, CDM, dan CRM… Read More

52 mins ago

Bos BTN: KPP Jadi Solusi untuk Dukung Kepemilikan Rumah Sektor Informal

Poin Penting KPP dirancang khusus bagi wiraswasta dan UMKM yang sulit mengakses KPR subsidi FLPP,… Read More

1 hour ago

Simak! Harga Emas Terus Meroket, Ini Pola Kenaikannya Tiap Tahun

Poin Penting Harga emas dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren menguat, dari kisaran Rp600 ribu… Read More

1 hour ago

OCBC Sekuritas Bakal Bawa 4 Perusahaan IPO, Apa Saja Sektornya?

Poin Penting OCBC Sekuritas targetkan 4 IPO pada 2026, seluruhnya berasal dari perusahaan kelas aset… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Melemah 0,60 Persen, Ditutup di Level 8.921

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,60% ke level 8.921,66, turun dari pembukaan di… Read More

1 hour ago

Awal 2026, Jumlah Investor Pasar Modal RI Melonjak Signifikan

Poin Penting Jumlah investor pasar modal RI mendekati 21 juta SID, dengan lebih dari 9… Read More

2 hours ago