Oleh Awaldi
KEBIJAKAN Tapera yang baru diluncurkan pemerintah dan turut disosialisasikan Presiden Jokowi memicu banyak komentar. Ada yang merasa bahwa kewajiban iuran bulanan ini kurang tepat karena sebagian karyawan sudah punya rumah, untuk apa mengiur lagi. Sebagian ada yang curiga bahwa duit yang terkumpul nantinya tidak akan dikelola dengan governance yang baik sehingga berpotensi menjadi bancakan para pejabat. Ada juga karyawan yang sudah pernah mengikuti program serupa menunjukkan bahwa setelah pensiun, duit tabungannya yang kembali tidak sampai Rp10 juta. Padahal, dia sudah ikut program seumur-umur bekerja: lebih dari 30 tahun.
Infobank juga menurunkan beberapa tulisan, baik oleh wartawannya sendiri, redaktur majalah, maupun pakar, yang menggambarkan kekhawatiran atas pungutan baru pemerintah ini. Terutama, iuran yang sifatnya wajib.
Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More
Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More
Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More
Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More
Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More
Poin Penting Anindya Novyan Bakrie mengajak semua pihak mendoakan perdamaian konflik Timur Tengah agar penderitaan… Read More