Perbankan

Apa Bedanya Kartu Kredit Syariah dan Konvensional? Ini Penjelasannya

Poin Penting

  • Industri kartu kredit di Indonesia menunjukkan tren positif, dengan jumlah kartu tumbuh 1 persen, frekuensi transaksi meningkat 15–20 persen, dan volume transaksi bertambah 8–20 persen
  • Meskipun ada peluang besar di pasar kartu syariah, hanya tiga dari 33 bank syariah yang menerbitkan kartu pembiayaan syariah, dengan Bank Mega Syariah menjadi salah satunya.
  • Bank Mega Syariah menawarkan kartu syariah tanpa bunga, dengan biaya administrasi satu kali, serta fitur seperti Easy Sodaqoh, dan cashback untuk transaksi luar negeri.

Jakarta – Bisnis kartu kredit di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) per Juni 2025, jumlah kartu kredit tumbuh 1 persen, frekuensi transaksi meningkat 15–20 persen, dan volume transaksi bertambah 8–20 persen, dengan total nilai transaksi mencapai Rp222 triliun.

Meski industri kartu kredit secara keseluruhan menjanjikan, penetrasi kartu syariah masih sangat terbatas. Dari 33 bank syariah di Indonesia, hanya tiga bank yang menerbitkan kartu pembiayaan syariah. Salah satunya adalah Bank Mega Syariah.

Head Product & Usage Bank Mega Syariah, Arya Nugraha menilai peluang pasar kartu syariah masih luas.

“Kalau misalkan dibilang peluang bisnis kartu kredit, apalagi kartu pembiayaan syariah, itu masih sangat terbuka, karena dari 33 bank syariah, masih cuma 3 yang punya,” ujarnya dalam acara media gathering di Jakarta, Kamis (23/10).

Baca juga: Honest dan Bank INA Rilis Tabungan Baru, Terhubung Langsung dengan Kartu Kredit

Perbedaan Kartu Kredit Konvensional dan Syariah

Perbedaan paling mendasar antara kartu kredit konvensional dan kartu pembiayaan syariah terletak pada prinsip keuangannya.

Kartu kredit konvensional menggunakan bunga, sementara kartu pembiayaan syariah menerapkan akad sesuai prinsip syariah yang diatur oleh Fatwa DSN MUI No. 54/2006.

Arya menjelaskan bahwa kartu pembiayaan syariah Bank Mega Syariah menggunakan tiga akad utama. Kafalah membuat bank bertindak sebagai penjamin transaksi nasabah ke merchant, Ijarah menjadikan bank sebagai penyedia jasa pembayaran dengan biaya administrasi transparan tanpa bunga, sedangkan Qardh menjamin dana nasabah saat melakukan transaksi di ATM atau fasilitas lain.

“Konsep kita di syariah itu adalah menggunakan prinsip syariah dan tidak ada bunga sama sekali. Biaya yang dikenakan murni dari layanan atau administrasi yang kita berikan,” tambahnya.

Kartu pembiayaan syariah dapat digunakan seperti kartu konvensional, mulai dari kebutuhan emergency, liburan, lifestyle, hingga bisnis, dengan program cashback, diskon, dan cicilan.

Bank Mega Syariah menawarkan dua tipe kartu, Gold dengan limit mulai Rp5 juta, dan Platinum dengan limit mulai Rp20 juta.

Arya menekankan fitur unggulan kartu syariah, termasuk program Easy Sodaqoh yang otomatis menyedekahkan poin dari setiap transaksi, cashback untuk transaksi luar negeri terutama untuk ibadah haji dan umrah, serta Easy Spending, program cicilan tanpa bunga dengan biaya administrasi satu kali di awal.

Baca juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 13 Persen di September 2025

“Jadi, misalkan ada nasabah transaksi Rp12 juta, sebelumnya di kartu konvensional dia akan kena bunga bulanan, tapi di kartu syariah, dia hanya membayar biaya administrasi satu kali di depan,” jelas Arya.

Bank Mega Syariah juga menekankan digitalisasi customer journey melalui aplikasi M-Syariah. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat mengecek limit, tagihan, membayar tagihan, dan mengakses program cicilan secara paperless dan aman dengan biometric checking.

“Digitalisasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan nasabah sekaligus mendukung transparansi dan prinsip syariah dalam setiap transaksi,” pungkas Arya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago