Poin Penting
- Waktu tunggu dan tingginya biaya haji membuat banyak masyarakat menunda perencanaan ibadah ke Tanah Suci.
- Muslim Pro menilai literasi keuangan dan platform digital dapat membantu mengubah aspirasi berhaji menjadi rencana nyata.
- Muslim Pro dan Maybank Indonesia meluncurkan gerakan #YukHaji untuk mendorong persiapan haji sejak dini.
Jakarta – Panjangnya masa tunggu dan tingginya biaya ibadah haji dinilai telah mengubah cara masyarakat Indonesia merencanakan perjalanan ke Tanah Suci. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesiapan finansial, tetapi juga membentuk pola pikir calon jemaah dalam mempersiapkan ibadah haji maupun umrah.
Menanggapi hal tersebut, Group Managing Director Muslim Pro, Nafees Khundker, membeberkan bahwa realitas tersebut mencerminkan adanya kesenjangan antara aspirasi dan tindakan nyata di kalangan umat Muslim Indonesia, terutama dalam hal perencanaan ibadah haji dan umrah.
Baca juga: Generasi Muda Dominasi Rekening Tabungan Haji Maybank Syariah, Ini Pendorongnya
Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki aspirasi yang tinggi untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Namun, banyak yang belum memiliki perencanaan keuangan yang matang dan kebiasaan menabung secara konsisten.
“Pengguna Indonesia adalah sesuatu yang kami rasa sangat kami pahami di Muslim Pro, karena kami sudah hadir di negara ini lebih dari 15 tahun. Jadi kami memahami dengan jelas bahwa niat dan aspirasi itu ada. Tidak ada keraguan mengenai hal itu,” ujar Nafees, di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Generasi Muda Cenderung Menunda Persiapan Haji
Namun demikian, Nafees menyoroti bahwa banyak masyarakat merasa ragu atau bahkan takut untuk memulai perencanaan Haji dan Umrah karena dianggap sebagai tujuan yang besar dan membutuhkan persiapan panjang.
Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kesiapan finansial maupun nonfinansial, sehingga sering kali menjadi beban psikologis, terutama bagi generasi muda.
“Semua orang ingin pergi haji atau umrah, tetapi untuk mencapainya membutuhkan persiapan finansial dan nonfinansial. Terutama bagi generasi muda, ini menjadi tantangan yang lebih besar,” ujarnya.
Baca juga: Tabungan Haji jadi Penopang Pertumbuhan DPK BSI pada Kuartal I 2026
Generasi muda, lanjutnya, cenderung menghadapi banyak prioritas dalam hidup, mulai dari membangun karier, mencari penghasilan, memenuhi kebutuhan hidup, hingga kebutuhan dasar lainnya. Kondisi tersebut membuat rencana Haji sering kali tertunda.
“Pada akhirnya, meskipun sudah mendaftar hari ini, mereka merasa masih ada 20 tahun lagi sebelum berangkat, sehingga mereka cenderung menunda dengan berpikir ‘nanti saja’,” tambahnya.
Peluang Platform Digital
Meski demikian, Nafees melihat adanya peluang untuk mengubah pola pikir dan perilaku tersebut dengan pendekatan yang lebih sederhana dan terarah.
Menurutnya, ketika masyarakat sudah menggunakan platform digital untuk kebutuhan ibadah lainnya, maka edukasi dan pendampingan keuangan dapat membantu mengubah aspirasi menjadi niat yang lebih konkret.
“Di situlah kami melihat ada peluang untuk membentuk perilaku tersebut. Ketika kami bisa memberikan panduan yang lebih baik, maka aspirasi itu bisa dengan cepat berubah menjadi niat,” jelasnya.
Baca juga: DPR Dorong Pembentukan Badan Resmi untuk Kelola Badal Haji
Ia menambahkan bahwa kemudahan akses dan kesederhanaan penggunaan platform menjadi kunci penting dalam mendorong masyarakat untuk mulai merencanakan Haji sejak dini.
“Dengan produk yang sangat mudah digunakan dan aksesibel, maka niat itu bisa menjadi kenyataan dengan lebih cepat,” ujarnya.
Luncurkan Gerakan #YukHaji
Sejalan dengan itu, Muslim Pro bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) meluncurkan gerakan #YukHaji sekaligus membuka pendaftaran “Langkah Baik” , sebuah kajian akbar gratis yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 28 Juni 2026.
Terbuka untuk masyarakat umum dengan kapasitas hingga 600 peserta, acara ini menjadi bagian dari gerakan #YukHaji yang bertujuan mendorong lebih banyak Muslim Indonesia mulai merencanakan perjalanan menuju Baitullah secara lebih terstruktur dan realistis.
Romy H. Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Muslim Pro sejalan dengan aspirasi strategis ROAR30 Maybank untuk menjadi institusi keuangan syariah global terkemuka melalui perluasan akses terhadap solusi keuangan syariah yang inovatif dan mudah dijangkau.
“Melalui kolaborasi ini, peran Maybank Indonesia adalah memastikan setiap langkah menuju Baitullah didukung oleh fondasi keuangan syariah yang kuat, aman, dan terpercaya. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mengubah aspirasi berhaji menjadi rencana yang nyata melalui persiapan keuangan yang lebih terstruktur dan realistis,” ujar Romy.
Baca juga: Sindikasi 30 Bank Syariah Berpotensi Biayai Proyek Kampung Haji di Makkah
Ia menambahkan, kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan syariah Maybank yang telah diatur dan diawasi regulator dengan ekosistem digital Muslim Pro, sehingga menghadirkan pengalaman yang terintegrasi dalam mendukung kesiapan finansial sekaligus aspirasi spiritual pengguna. (*)
Editor: Yulian Saputra


