Internasional

Antisipasi Virus Nipah, Singapura Terapkan Skrining Ketat di Bandara

Poin Penting

  • Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus Nipah.
  • Pengawasan pekerja migran ditingkatkan, khususnya yang datang dari Asia Selatan, melalui koordinasi layanan kesehatan.
  • Virus Nipah berisiko tinggi secara global, belum memiliki vaksin atau pengobatan, dan terus dipantau WHO

Jakarta – Pemerintah Singapura menerapkan skrining ketat di bandara terhadap penumpang yang datang dari wilayah terdampak virus Nipah, seiring meningkatnya kewaspadaan otoritas kesehatan terhadap potensi penyebaran wabah tersebut.

Otoritas Singapura akan memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang penerbangan yang datang dari wilayah terdampak virus Nipah, khususnya dari India.

“Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) memantau secara ketat wabah infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India. Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001 … Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak,” bunyi pernyataan badan tersebut, dilansir ANTARA, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: Geger Virus Nipah, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya

Selain pemeriksaan di bandara, Singapura juga meningkatkan pengawasan epidemiologis terhadap pekerja migran yang baru tiba dari kawasan Asia Selatan.

“Kementerian Tenaga Kerja (MOM) juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan serta berkoordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer MOM untuk meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

CDA menyatakan tidak menutup kemungkinan penerapan langkah tambahan apabila tingkat risiko epidemiologis terhadap Singapura mengalami peningkatan.

Situasi di India dan Ancaman Global Nipah

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan terkait lima kasus virus Nipah di Benggala Barat. Pemerintah India menegaskan bahwa hingga saat ini hanya dua kasus yang telah terkonfirmasi.

Di tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan virus Nipah sebagai salah satu patogen paling berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi serta belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus.

Baca juga: Lebih Mematikan dari Covid-19, Virus Nipah Telan Dua Nyawa di India

Virus Nipah diketahui menyebar melalui kelelawar buah dan dapat menginfeksi manusia melalui konsumsi buah yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

Tugure Raih Best Public Relations 2026 atas Strategi Komunikasi Ketahanan Reasuransi

Poin Penting Tugure meraih Best Public Relations 2026 di ajang IPRA berkat strategi komunikasi ketahanan… Read More

9 mins ago

Tak Sekadar Angka, OJK Tegaskan Kualitas Free Float Jadi Sorotan MSCI

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen guna… Read More

24 mins ago

IHSG Ambruk, Bos Danantara: Evaluasi MSCI Jadi “Wake-up Call” bagi BEI

Poin Penting IHSG anjlok hampir 15 persen sejak Rabu (28/1/2026) hingga awal sesi I Kamis… Read More

27 mins ago

Jelang Lebaran 2026, Diskon Tiket dan Tol Disiapkan untuk Jaga Daya Beli

Poin Penting Pemerintah siapkan diskon transportasi dan tarif tol jelang Lebaran 2026 untuk dukung daya… Read More

28 mins ago

Ini Elemen Kunci agar Asuransi Wajib Bencana Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta - Implementasi asuransi wajib bencana di Indonesia membutuhkan sejumlah elemen kunci dan kondisi pendukung agar… Read More

1 hour ago

Ngeri! Keris Indrakusuma Milik Prabowo Dikawal Keris Dua Jenderal

Poin Penting Keris Presiden Prabowo Subianto, Indrakusuma, dipamerkan ke publik dalam event Starting Year Forum… Read More

2 hours ago