Antisipasi The Fed, BCA Desak BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Jakarta – Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Jahja Setiaatmadja mendesak Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate Bank Indonesia (BI), hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
“Menurut Saya, harus naik suku bunganya (BI) supaya kurs Rupiah aman,” kata Jahja ketika dihubungi oleh Infobank, Kamis 21 Juni 2018.
Dirinya juga menyebut, bila Bank Indonesia tidak segera menaikkan suku bunga acuannya, dapat lebih membahayakan terhadap nilai tukar rupiah kedepannya.
Tercatat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar AS (JISDOR), hari ini posisi mata uang Garuda menembus level Rp14.090 per dolar AS, angka tersebut lebih lemah dibandingkan posisi sebelum libur lebaran pada 8 Juni 2018 yang masih di level Rp13.902 per dolar AS.
Baca juga: Sampai Kapan BI Mengikuti The Fed Menaikkan Suku Bunga?
“Kalau kurs melonjak, akan lebih bahaya lagi nanti daripada suku bunga naik, jadi suku bunga harus naik,” tandas Jahja.
Sebagai informasi, sebelumnya Federal Reserve (The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga acuan mereka, Fed Fund Rate (FFR), pada pekan lalu. The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dari 1,75% menjadi 2%.
Sebagai informasi juga, sebelumnya BI telah menetapkan kenaikan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis poin (bps) pada pertengahan Mei dan menaikan kembali 25 bps pada akhir Mei dimana menjadi 4,75 persen. Kenaikan ini diharap dapat menstabilkan nilai tukar rupiah. (*)
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More