Jakarta–Dalam menangulangi virus ransomware petya yang sedang melanda dunia maya saat ini, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Maryono menuturkan, pihaknya masih terus meneliti apakah infrastruktur perbankan mengalami gangguan atau tidak. Namun, sejauh ini, Maryono memastikan belum ada virus menyasar di sistem IT BTN.
“Teknologi kita masih sedang meneliti sistem dan aplikasi kita selama ini kami belum mendapatkan laporan pengaruh atau akibat daripada serangan-serangan yang tadi dikatakan,” ujar Maryono di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Senin, 3 Juli 2017.
Ia menilai hingga saat ini teknologi yang diterapkan di BTN masih terbilang aman dan tetap stabil untuk menangkal serangan-serangan dari virus tersebut. “Saya kira masih stabil. Pada dasarnya kalau menyerang satu bank, akan mengenai bank lain juga. Selama ini kita belum dapat laporan,” ringkasnya.
Dari sisi pelaku industri financial technology UangTeman, pihaknya meyakini data keuangan maupun nasabah yang dimilikinya saat ini masih dalam keadaan aman. Bahkan, UangTeman mengaku sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More
Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More