Jakarta–PT Lintas Marga Sedaya (LMS) memperluas gerbang tol Palimanan dengan menambah jumlah gardu pembayaran dari 11 gardu menjadi 26 gardu untuk mengantisipasi pertambahan volume lalu lintas di Tol Cipali selama musim mudik 2016.
Wakil Direktur Utama PT LMS, Hudaya Arryanto mengatakan, penambahan gardu pembayaran di gerbang tol Palimanan ini, ikut difasilitasi dengan pembayaran elektronik yang dilayani oleh empat bank yakni Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI.
Menurutnya, penambahan gardu pembayaran tol ini sejalan dengan volume arus mudik tahun ini yang diprediksi puncak kepadatan di gerbang tol Palimanan dapat mencapai 65.000-70.000 kendaraan per hari. Sementara pada saat normal, volume lalu lintas Tol Cipali dari arah Jakarta yang keluar di gerbang tol Palimanan rata-rata sebanyak 12.000 kendaraan/hari.
Dalam upaya mempercepat transaksi di gerbang tol Palimanan, Pt LMS melakukan dua langkah inisiatif yakni pembulatan tarif tol ke bawah dan penjualan voucher tol prabayar yang ditujukan untuk kendaraan Golongan I (mobil pribadi dan bus) yang merupakan pengguna mayoritas di saat mudik lebaran, dan akan berlaku pada saat puncak arus mudik dari tanggal 1 sampai 5 Juli 2016.
“Pembulatan tarif tol ke bawah, khusus untuk pembayaran secara tunai di Gerbang Tol Palimanan untuk kendaraan Golongan I dengan asal perjalanan dari Gerbang Tol Cikarang Utama,” ujar Hudaya, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016.
Untuk musim Mudik Lebaran 2016, PT LMS juga telah melakukan sejumlah inisiatif berupa penyediaan layanan dan fasilitas tambahan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan tol. Selain itu, PT LMS juga menambah fasilitas untuk peningkatan aspek keselamatan, antara lain memasang wire rope di daerah tikungan untuk mencegah terjadinya kendaraan pindah jalur/arah.
“LMS juga memasang penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di beberapa lokasi untuk melengkapi PJU konvensional yang telah terpasang sebelumnya sesuai aturan desain jalan tol,” tukasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More