Ekonomi dan Bisnis

Antisipasi Lonjakan Pasar, GGL Siap Pasok 10.000 Sapi Jelang Lebaran

Jakarta – Kebutuhan daging sapi menjelang Hari Raya Idulfitri 2023 akan meningkat. Harga jualnya pun akan melonjak seiring dengan tingginya permintaan konsumen.

Di pasar tradisional misalnya, per 8 April 2023 berkisar Rp140 ribu – Rp 150 ribu per kg. Harga tersebut tak jauh berbeda dengan harga acuan di Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 11 Tahun 2022, harga acuan daging sapi Rp140 ribu per kg.

Pemerintah berharap, ketersedian pasokan dan harga pangan terutama daging menjelang Hari Raya Idulfitri 2023 bisa terkendali. Baik di pasar tradisional mapun moderen.

Salah satunya, PT Great Giant Livestock (GGL). Perusahaan di bidang ternak sapi di Indonesia turut serta memasok kebutuhan sapi hidup di wilayah Jabodetabek dan Sumatera sebanyak 10.000 ekor pada Lebaran 2023.

Direktur Corporate Affair Great Giant Foods Welly Soegiono mengatakan, pasokan sapi hidup tersebut sudah disiapkan pihaknya untuk mensuplai kebutuhan daging sapi kepada masyarakat.

“Sudah disiapkan sebanyak 10.000 yang akan didistribusikan kepada pemasok kami,” kata Welly dalam acara Buka Puasa Bersama Media, di Jakarta, Sabtu (8/4/2023).

Welly menuturkan, kebutuhan sapi hidup pihaknya meningkat dibandingkan tahun lalu. Di mana pasokan sapi hidup tahun lalu untuk kebutuhan masyarakat sebesar 9.000 ekor.

Adapun harga daging sapi yang dijual pihaknya terjangkau di kisaran harga Rp 103 ribu per kg. dibandingkan harga tahun 2022 sebesar Rp 112 ribu per kg.

Sebagai informasi,  PT Great Giant Livestock (GGL) merupakan salah satu feedloter terbesar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1990 di Provinsi Lampung bagian selatan.

Feedloter ini terletak di dalam perkebunan Great Giant Pineapple di Lampung Tengah yang sibuk mengelola kulit nanas dan limbah tapioka untuk dijadikan sebagai pakan ternak.(*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

27 mins ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

1 hour ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

1 hour ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

1 hour ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

2 hours ago

Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen

Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More

2 hours ago