Jakarta– Guna mengantisipasi adanya krisis ekonomi yang tidak diinginkan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan kegiatan simulasi pencegahan dan penanganan krisis yang telah diadakan secara rutin sejak tahun 2012. Dimana pada tahun 2017, simulasi telah dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober di Lembaga Penjamin Simpanan.
“Tema simulasi tahun ini difokuskan untuk menguji keterterapan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK) beserta peraturan pelaksanaannya terkait dengan resolusi bank,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers KSSK di Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP), Jakarta, 31 Oktober 2017.
Dirinya mengatakan, dari hasil evaluasi pelaksanaan simulasi tersebut menunjukkan peningkatan efektivitas koordinasi dan pengambilan keputusan dalam rangka penanganan bank bermasalah.
“Simulasi juga menghasilkan beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan efektivitas penanganan bank bermasalah,” tambah Sri Mulyani.
Selain itu, KSSK juga menerima laporan kesiapan operasionalisasi Sekretariat KSSK yang ditargetkan untuk dapat mulai beroperasi tahun 2018.
Sri Mulyani mengaku, terselenggaranya simulasi pencegahan krisis ekonomi ini merupakan pembelajaran dari krisis ekonomi yang pernah terjadi pada tahun 1998 lalu.
“Krisis pada 1998 merupakan pembelajaran dimana kita akhirnya membentuk simulasi pencegahan krisis ekonomi,” tukas Sri Mulyani.
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More