News Update

Antisipasi Kenaikan Suku Bunga, Danamon Masih Pantau Kondisi Pasar

Jakarta – Bank Indonesia (BI) pada akhir Juni 2018 lalu telah memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Danamon Tbk (Danamon) mengaku telah menyiapkan strategi guna menaikan suku bunga kredit dan deposito miliknya.

Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Ahluwalia menyebut, kenaikan suku bunga tersebut sudah diprediksi oleh pihaknya. Namun pihaknya mengaku masih melihat pasar guna menentukan suku bunga miliknya.

“Pertama apa harus kita perhatikan ada kompetisi jadi yang penting kita harus jaga suku bunga. Kalau kita naikkan suku bunga itu sepertinya tidak akan, namun untuk deposito mungkin kenaikan masih pending,” jelas Satinder di Menara Danamon Jakarta, Rabu 25 Juli 2018.

Baca juga: Portofolio Kredit Danamon Capai Rp133,9 Triliun

Dirinya juga tak menampik bila suatu saat akan menaikkan suku bunga deposito miliknya guna menarik pasar. Nantinya pihaknya mengaku akan menaikan suku bunga deposito miliknya di kisaran 25 hingga 40 basis poin (bps).

“Bunga deposito kita udah naik 25 hingga 40 bps tapi itu tidak langsung. Karena kenaikan suku bunga semua bank juga akan naik,” tambah Satinder.

Sebagai informasi juga, selama tiga kali berturut-turut BI telah menetapkan kenaikan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate. Kenaikan tersebut dilakukan pada pada pertengahan Mei dan akhir Mei hingga kenaikan pada bulan Juni dimana menjadi 5,25 persen.

Kenaikan tersebut sepertinya masih akan terjadi lagi hingga akhir tahun ini. Oleh karena itu pihaknya terus mengantisipasi hal tersebut dengan semakin menggencarkan bisnisnya.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Laba Astra Otoparts (AUTO) Tembus Rp2,20 Triliun di 2025, Cetak Rekor Baru

Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More

1 min ago

Kemenkeu: Program MBG Serap Anggaran Rp36,6 Triliun hingga 21 Februari

Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More

15 mins ago

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More

32 mins ago

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

2 hours ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

3 hours ago