Lebih lanjut dia menilai, jika The Fed menaikkan suku bunganya maka akan mendorong terjadinya arus keluar dana asing di Indonesia (capital outflow). Untuk mencegah hal itu maka BI akan ikut menyesuaikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate yang saat ini berada di level 4,75%
“Dalam kondisi seperti ini BI tidak punya ruang lagi menurunkan suku bunganya. Kalau The Fed naikan 3 kali maka BI harus naikkan 25 bps,” ucapnya.
Baca juga: BI Tak Punya Ruang Turunkan Suku Bunga
Kendati begitu dirinya meyakini, bahwa Indonesia masih menjadi tempat yang menarik bagi investor asing. Sebab negara-negara lain di regional justru menerapkan suku bunga acuan yang condong negatif.
“Jepang itu negative interest rate, investor tidak mungkin menempatkan di sana. Mereka akan cari negara seperti Indonesia yang growth-nya dan interest-nya baik. Jadi investor tidak punya pilihan,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More
Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% sepanjang 2025, di tengah perlambatan kredit UMKM… Read More