Jakarta- Guna mengantisipasi adanya digitalisasi yang berdampak pada berkurangnya kesempatan kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyelenggarakan kajian mendalam mengenai permasalahan tersebut.
Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berharap hasil dari kajian tersebut dapat menjawab dan mengatasi persoalan berkurangnya kesempatan kerja.
“Mengenai berkurangnya kesempatan kerja, kami di bappenas sedang lakukan kajian dampak digitalisasi perekonomian terhadap penciptaan kesepatan kerja. Karena kami antisipasi ketika masih punya pengangguran di angka 5,5%, nanti ada era e-commerce yang masif dan tidak hanya ritel tapi juga perbankan kurangi orang yang akan menyebabkan pengangguran,” jelas Bambang di kantor Bapenas, Senin 13 November 2017.
Selain itu, dirinya mengaku tantangan digitalisasi ini merupakan permasalahan yang berat dan tidak dapat dihindarkan. Pihaknya di Bappenas juga berniat untuk memfokuskan pembenahan di penyelenggaraan pendidikan vokasi.
“Kami juga ingin liat pola tenaga kerja ke depan apakah ada miss match antara skill yang dibutuhkan dan yang kami liatnya begitu. Saat ini kenapa vokasi prioritas, itu antisipasi kita akibat adanya era teknologi. Studinya masih berlangsung tapi salah satu opsi ya perlu geser ke vokasi,” jelas Bambang.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatatkan angka pengangguran diangka 7,04 juta orang pada Agustus 2017 atau meningkat 10.000 orang dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang.
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More