Jakarta – Pemerintah kembali berencana menggelontorkan insentif fiskal kedua guna mengantisipasi dampak pelemahan ekonomi akibat penyebaran virus corona atau COVID-19.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pihaknya kini sedang menggodok stimulis tersebut dengan berbagai kementerian maupun lembaga terkait.
“Memang sedang kami formulasikan nanti arahnya seperti apa. Seain itu pemerintah juga akan menentukan jenisnya apa saja dan ditujukan untuk sektor apa serta mekanismenya bagaimana,” kata Sri Mulyani di Kompleks Bank Indonesia Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.
Menurutnya, insentif fiskal diperlukan sebagai stimulus dunia usaha guna menjaga momentum pertumbuhan yang saat ini dinilai cukup rentan mengalami degradasi. Akan tetapi, dirinya enggan menyebutkan berapa nilai total insentif fiskal yang kini tengah disiapkan pemerintah.
Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan insentif pada sejumlah sektor. Tercatat, setidaknya Rp10,3 triliun telah dianggarkan negara guna meminimalisir ekses buruk COVID-19 terhadap perekonomian. Sebagian besar, pemberian insentif dikucurkan melalui struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
Pada intensif fiskal pertama, Pemerintah membagi intensif tersebut ke 7 segmen yakni sekor perumahan senilai Rp1,5 triliun, sektor program Keluaga Harapan Rp4,5 triliun, insentif wisatawan mancanegara Rp298 miliar, pengurangan tarif jasa pelayanan pesawat Rp265,6 miliar, relokasi Dana Khusus Rp 147 miliar, diskon Avtur Rp265,5 miliar serta hibah Hotel dan Restoran Rp3,3 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More