Jaga Inflasi 3,5%, Pemerintah Pantau Nilai Tukar Rupiah dan Impor
Jakarta – Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menghentikan sementara impor bahan makanan dan minuman dari negeri tirai bambu Tiongkok.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto ketika ditemui di Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Agus menilai, saat ini Pemerintah sedang membahas secara intens mengenai penyebaran virus corona yang telah memakan korban meninggal dunia hingga ratusan orang.
“Sekarang untuk impor memang khususnya makanan dan minuman akan stop dulu sementara dan akan ditangani dalam pengawasan karena ini masalah konsumsi sangat langsung dikonsumsi,” kata Agus di Jakarta, Senin 3 Febuari 2020.
Dirinya menyebut, pihaknya masih belum dapat menilai dampak dari pemberhentian impor makanan dan minuman dari Tiongkok tersebut. Namun seluruh Kementerian terkait akan terus berkonsolidasi dalam menangani kasus penyebaran virus corona tersebut.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kebijakan tersebut juga telah diambil beberapa negara guna mengantisipasi penyebaran virus corona.
Sebagai informasi virus corona sudah tersebar diberbagai negara. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) juga telah melaporkan hingga Senin 3 Januari 2020 bahwa jumlah total orang yang terinfeksi akibat wabah Virus Corona China, kini telah melewati angka 17.200 secara nasional dengan 2.829 kasus yang baru dikonfirmasi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More