Pasar Modal; Peluang rights issue. (Foto: Budi Urtadi)
Antam akan melepas sebanyak-banyaknya 14,49 miliar saham biasa atau sebanyak-banyaknya 60% dari modal ditempatkan dan disetor. Dwitya Putra
Jakarta–PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menetapkan harga penawaran saham baru atau rights issue di Rp371 per lembar saham.
Mengutip prospektus perseroan Selasa 6 Oktober 2015, menawarkan sebanyak-banyaknya 14,49 miliar saham biasa atas nama Seri B dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham atau sebanyak-banyaknya 60% dari modal ditempatkan dan disetor setelah gelaran Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) ini.
Dengan harga penawaran tersebut, Antam diprediksi mampu meraup total dana hingga Rp5,37 triliun.
Dalam rights issue ini, setiap pemegang 310 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 20 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB berhak atas 471 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp371 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan formulir pemesanan dan pembelian saham tambahan.
Manajemen menyatakan, dana yang diperoleh perseroan tersebut setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait dengan PUT I akan digunakan untuk penyelesaian Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim untuk Tahap I, yang mencakup pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian serta infrastruktur pendukung.
Selain itu hasil rights issue juga digunakan oleh perseroan untuk membiayai modal kerja terkait kegiatan operasional perseroan yang meliputi antara lain, sebagai beban pokok penjualan dan beban usaha, serta biaya pengembangan usaha perseroan terkait dengan peningkatan kapasitas produksi. (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More