Market Update

Anjlok Lagi! Harga Emas Antam Turun Rp12.000, jadi Segini per Gramnya

Jakarta –  Harga emas Antam atau bersertifikat PT Aneka Tambang hari ini, Rabu, 6 Desember 2023, kembali melanjutkan tren penurunannya.

Menukil laman Logam Mulia, untuk harga emas Antam 24 karat dengan pecahan satu gram, hari ini dibanderol Rp1.110.000 atau anjlok Rp12.000 dibandingkan yang diperdagangkan kemarin.

Sama halnya dengan harga beli, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan hari ini. Pun demikian dengan harga buyback emas Antam turun Rp12.000 ke level Rp1.008.000 per gram.

Baca juga: Memilih Peluang Investasi Menjelang Pilpres 2024

Sementara, jika dikalkulasikan antara harga beli dan buyback emas Antam, selilihnya Rp102.000.

Lalu, untuk harga emas Antam dengan pecahan terkecil 0,5 gram, hari ini dijual Rp605.000.

Selanjutnya, untuk ukuran 2 dan 3 gram emas Antam masing-masing dibanderol Rp2.160.000 dan Rp3.215.000.

Kemudian emas Antam dengan ukuran 5 gram diperdagangkan di level Rp5.325.000.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. 

Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45 persen, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Baca juga: Mau Investasi Obligasi, Baiknya Pilih Reksa Dana atau SBN?

Rincian Harga Emas Antam

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (6/12/2023) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: 605.000

Harga emas 1 gram: Rp1.110.000

Harga emas 2 gram: Rp2.160.000

Harga emas 3 gram: Rp3.215.000

Harga emas 5 gram: Rp5.325.000

Harga emas 10 gram: Rp10.595.000

Harga emas 25 gram: Rp26.362.000

Harga emas 50 gram: Rp52.645.000

Harga emas 100 gram: Rp105.212.000

Harga emas 250 gram: Rp262.765.000

Harga emas 500 gram: Rp525.320.000

Harga emas 1.000 gram: Rp1.050.600.000. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More

13 mins ago

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

31 mins ago

‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional

Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More

43 mins ago

BI Revisi Ke Bawah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia jadi 3,1 Persen di 2026

Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More

49 mins ago

Imbas Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More

1 hour ago

Bank Asing, Delisting, dan Rencana “Jahat” jadi Perusahaan Tertutup

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More

1 hour ago