News Update

Anggota Komisi VIII DPR Soroti Layanan Haji, Tekankan Kenyamanan dan Fast Track

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI An’im Falachudin mendesak Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Pelaksana Haji (BPH) untuk memastikan kesiapan menyeluruh menjelang keberangkatan jemaah haji 2025. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah kesiapan 14 embarkasi di seluruh Indonesia.

“Kesiapan embarkasi menjadi krusial sebagai titik awal perjalanan ibadah haji. Kami berharap dengan persiapan matang, proses keberangkatan jemaah dapat berjalan lancar, cepat, dan tanpa kendala,” ujar An’im dinukil laman dpr.go.id, Selasa, 29 April 2025.

Politisi dari Fraksi PKB ini, menekankan pentingnya kesiapan petugas di embarkasi, termasuk penempatan di berbagai titik strategis guna memudahkan jemaah.

Baca juga : BSI Siapkan Layanan Mudah untuk Pelunasan Haji 2025, Simak Caranya!

Menurutnya, para petugas harus memiliki pemahaman teknis yang mendalam mengenai prosedur keberangkatan haji dan mampu bersikap ramah, terutama dalam melayani jemaah lanjut usia.

“Pendampingan khusus bagi jemaah lansia harus dimulai sejak di embarkasi. Petugas hendaknya sigap membantu jemaah yang membutuhkan,” tambahnya.

Standar Kenyamanan Transportasi dan Penanganan Koper

Selain itu, An’im juga meminta Kemenag dan BPH untuk memastikan tersedianya bus menuju bandara embarkasi yang memenuhi standar kenyamanan. Pengelolaan koper jemaah pun harus menjadi perhatian utama guna menghindari potensi masalah dalam proses keberangkatan.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Keppres Biaya Haji 2024, Segini Besaran Tiap Embarkasi

“Saya berharap seluruh tahapan pelaksanaan haji berjalan tanpa hambatan, mulai dari persiapan di tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Koordinasi dan sinergi antar pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mengutamakan kenyamanan jemaah haji,” tegas legislator dari Dapil Jawa Timur VI tersebut.

Apresiasi Layanan Fast Track

Dalam kesempatan itu, An’im juga mengapresiasi keberlanjutan layanan fast track yang telah diterapkan sejak 2018.

Layanan tersebut memungkinkan proses keimigrasian jemaah, seperti pemeriksaan paspor, biometrik, dan stempel visa, dilakukan di embarkasi, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre setibanya di Arab Saudi.

Tahun ini, layanan fast track tetap tersedia di tiga bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, dan Adi Soemarmo.

“Kami berharap layanan fast track dapat menjangkau seluruh jemaah haji di masa mendatang. Meskipun saat ini belum ada penambahan lokasi, kami berharap pelayanan kepada jemaah secara keseluruhan tetap berjalan cepat dan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

1 hour ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

2 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

3 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

3 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

3 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago