Rapat paripurna DPR; Bersiap hadapi krisis. (Foto: Dok. Infobank)
Rupiah hampir menyentuh Rp14.000/ USD yaitu di level Rp13.998/USD melemah dibanding Jumat (21/8) lalu yang tercatat Rp13.895/USD. Ria Martati
Jakarta–Nilai tukar Rupiah yang melemah dan hampir menembus Rp14.000 menurut anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon harus diatasi bersama.
Para politisi diimbau untuk duduk bersama dan menjaga kondisi ekonomi dengan menjaga stabilitas politik. Ia juga membantah terjadi kegaduhan politik yang menyebabkan pelemahan kondisi ekonomi.
“Apa yang terjadi di pasar pengaruhnya dari politik sebenarnya politik nasional masih stabil, di Republik ini belum ada saling menjatuhkan dan sebagainya, tapi kami sarankan para politisi ini saling memperbaiki kondisi yang ada,” kata Nurdin di Gedung DPR/MPR, Senin, 24 Agustus 2015.
Nurdin mengatakan kendati saat ini nilai tukar sudah mendekati Rp14.000 namun ia meyakini saat ini Pemerintah tengah bekerja keras untuk menentukan langkah-langkah penanganan.
“Belum tentu (tembus Rp15.000), bisa saja pemerintah menemukan resep-resep, Pemerintah sedang bekerja untuk menemukan penanganan-penanganan,” tambahnya. Kendati demikian, jika tidak ditangani dengan profesional, ia mengingatkan risiko pelemahan nilai tukar bisa berlanjut lebih dalam. (*)
@ria_martati
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More