Nasional

Anggota BPK Fathan Subchi Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Poin Penting

  • Anggota BPK Fathan Subchi mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi untuk mendukung target pertumbuhan 8 persen.
  • Sektor ekonomi kreatif telah memberi kontribusi besar, dengan ekspor USD26,68 miliar, investasi Rp132,04 triliun, dan penyerapan 27,4 juta tenaga kerja.
  • Penguatan ekraf perlu didukung digitalisasi, insentif fiskal, dan kolaborasi, termasuk pengelolaan situs budaya berbasis sistem digital.

Jakarta – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Fathan Subchi mendorong sektor ekonomi kreatif (ekraf) untuk memainkan peran lebih besar sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, seiring target pemerintah mencapai pertumbuhan 8 persen.

Fathan menilai, kontribusi ekonomi kreatif selama ini sudah signifikan dan perlu diperkuat melalui kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Berdasarkan Ekraf Annual Report 2025, sektor ekonomi kreatif tercatat menyumbang ekspor sebesar USD26,68 miliar. Dari sisi investasi, ekraf menghasilkan Rp132,04 triliun dan menyerap tenaga kerja hingga 27,4 juta orang.

“Ini yang saya kira sangat menarik, karena salah satu terobosan adalah bagaimana meningkat tenaga kerja sebanyak 27,4 juta, yang saat ini pengangguran tengah mengingkat,” bebernya, di diskusi inspiratif yang digelar Infobank Media Group di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: BI Ungkap Alasan Inflow ke RI Minim di Dua Tahun Terakhir

Capaian tersebut, lanjutnya, menunjukkan sektor ekonomi kreatif memiliki daya tahan sekaligus potensi besar dalam menopang perekonomian nasional, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan.

Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan Ekraf dan Budaya

Karena itu, Fathan menyampaikan perlunya strategi penguatan ekonomi kreatif ke depan melalui integrasi kebijakan, digitalisasi, insentif fiskal, serta kolaborasi lintas sektor.

“Digitalisasi ini yang menarik karena kemarin kami merekomendasikan dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan bahwa harus ada situs-situs yang mulai dirangkaikan dengan sistem,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun mencontohkan penerapan sistem reservasi daring di museum-museum Prancis sebagai praktik baik yang dapat diadopsi di Indonesia.

“Saya kira digitalisasi sangat penting sehingga beberapa cagar budaya, dan situs bisa dikunjungi dengan baik,” jelasnya.

Insentif Fiskal dan Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekraf

Selain digitalisasi, Fathan menilai insentif fiskal menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Ia mengingatkan dukungan pemerintah pusat kepada daerah, seperti pemberian insentif Rp1 triliun kepada Pemerintah Provinsi Bali saat pandemi COVID-19.

“Ini menarik karena apa? Pariwisata dan kebudayaan menjadi salah satu penopang dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Baca juga: Begini Pandangan Praktisi Hukum Soal Kasus Kredit Macet Bank yang Dipidanakan

Terkait kolaborasi, Fathan mencatat adanya capaian positif dari Kementerian Kebudayaan melalui kerja sama dengan sektor swasta dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya.

“Ini yang saya kira harus kita dorong. Ada dua hal yang menjadi kesimpulan kita yaitu budaya sebagai pilar pembangunan nasional dan budaya sebagai penopang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

OJK Geledah Kantor Mirae Asset terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

Poin Penting OJK menggeledah kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan manipulasi IPO, insider trading,… Read More

13 mins ago

BNI Dukung Pembiayaan Perumahan di Singkawang, 200 Peserta Ikut Akad KPP dan FLPP

Poin Penting BNI mendukung pembiayaan perumahan di Singkawang melalui akad KPP dan FLPP, dengan 200… Read More

18 mins ago

Mendikdasmen Ajukan ABT Rp181 T, Pastikan Tak Diambil untuk MBG

Poin Penting ABT Rp181 triliun bukan untuk MBG, melainkan untuk program mendesak seperti revitalisasi 20… Read More

51 mins ago

Kredit UMKM Tertekan, OJK Perkuat Skema Pembiayaan Inklusif

Poin Penting Hingga Januari 2026, kredit UMKM tercatat Rp1.482,99 triliun, menunjukkan tren perlambatan akibat dinamika… Read More

1 hour ago

OJK Sebut Perluasan Klasifikasi Investor Capai 94 Persen, Target Rampung Maret

Poin Penting Reformasi klasifikasi investor hampir rampung, dengan progres mencapai 94% dan target implementasi pada… Read More

1 hour ago

Harga Minyak Terancam Melonjak, Celios Dorong Transisi Energi dan Revisi APBN

Poin Penting Celios mendorong percepatan transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi guna… Read More

2 hours ago