Moneter dan Fiskal

Anggaran Terbatas, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Hanya Rp7.500 per Anak?

Jakarta – Ekonom Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan mengungkapkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) yang sebesar Rp71 triliun dengan defisit di angka 2,29 – 2,82 persen di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran sudah diperhitungkan bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Yang mau saya share itu adalah angka itu (anggaran MBG) memang dibahas dengan Pak Prabowo gitu. yang dikomunikasikan ke saya. Angka Rp71 triliun dan defisit 2,5 persen, bukan ke 3 persen atau 3,5 persen, nggak gitu, mereka sudah agree,” ujar Heriyanto dalam Market Outlook 2024, dikutip, Rabu, 17 Juli 2024.

Baca juga: Ipar Prabowo Lebih Pilih Makan Bergizi Gratis Ketimbang IKN, Begini Tanggapan DPR

Meski demikian, kata Heriyanto, Tim Prabowo bertugas untuk memikirkan anggaran sebesar Rp71 triliun tersebut apakah sudah cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat.

Terdapat gagasan dari Tim Prabowo agar anggaran per anak untuk makan bergizi gratis diturunkan menjadi Rp9 ribu hingga Rp7,5 ribu dari awal direncanakan sebesar Rp15 ribu, sehingga cakupannya akan lebih luas.

“Setelah dikomunikasikan angka itu Rp71 triliun, kemudian tugasnya presiden terpilih ke tim ekonominya itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa gak diturunin lebih hemat dari Rp15 ribu mungkin ke Rp9 ribu, ke Rp7.500 kah? kira kira begitu,” ungkapnya.

Heriyanto bilang, Tim Prabowo mendorong program tersebut dengan keterbatasan anggaran. Meski begitu, Prabowo tidak meminta anggaran yang lebih besar lagi.

Baca juga: Tim Prabowo Tegaskan Pemerintah Mendatang Disiplin dan Pruden Kelola Fiskal

“Yang saya ambil sebagai hal yang penting adalah pemikiran beliau itu adalah mendorong programnya didalam keterbatasan itu, keterbatasan didalam Rp71 triliun itu. Tidak kemudian mendorong Rp71 triliun itu ke Rp200 triliun atau Rp300 triliun,” imbuhnya.

“Jadi menurut saya kalau hanya pemikiran mendorong programnya didalam keterbatasan APBN yang sudah disetujui, menurut saya ya gak jelek-jelak amat juga kalau memang pemikirannya begitu,” lanjutnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

41 mins ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

3 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

4 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

4 hours ago