Nasional

Anggaran Konsumsi Pelantikan KPPS Diduga Disunat, DPR Desak KPU Usut Tuntas!

Jakarta – Praktik dugaan pemotongan anggaran konsumsi dalam pelantikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta disayangkan banyak pihak.

“Sehingga kalau ada kegiatan, misalnya pelantikan KPPS dan seterusnya, sampai ada pemotongan hak-hak KPPS, tentu itu kita sayangkan,” kata Anggota Komisi II DPR RI Aminurokhman dilansir laman dpr.go.id, Senin, 29 Januari 2024. 

Pihaknya pun meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil langkah tegas dan tepat terkait dugaan penyelewengan anggaran tersebut oleh oknum tak bertanggung jawab. 

Baca juga: Segini Rincian Honor KPPS Pemilu 2024, Naik Signifikan dari 2019

Sebab, kata dia, KPU sudah menghitung alokasi anggaran untuk belanja pemilu secara detail sampai dengan putaran yang terakhir dan penetapan hasil. Sehingga, seharusnya pemotongan anggaran tersebut idak semestinya terjadi.

“Maka, saya minta kalau itu betul terjadi, KPU RI harus mengambil Langkah-langkah tepat untuk melakukan check and recheck dan klarifikasi terhadap peristiwa itu,” jelasnya.

Terkait vendor yang diduga menjadi penyebab masalah pemotongan anggaran di pelantikan KPPS di Kabupaten Sleman, dirinya dengan tegas meminta KPU mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak vendor tersebut jika terbukti tidak profesional.

“Kalau ada vendor yang betul-betul melakukan tindakan itu, ya putus kontrak aja. Ngapain dia tidak mau bekerja secara profesional sampai mengganggu hak-haknya KPPS,” tegasnya.

Selain di Kabupaten Sleman, dugaan pemotongan anggaran konsumsi pelantikan KPPS juga terjadi di daerah lain. Hal tersebut diketahui dari unggahan warga net di akun media sosial X. 

“Kejadian di Manggarai Selatan Kec Tebet Jaksel. Pelantikan KPPS tidak mendapatkan Apa² jauh berbeda dgn Daerah lain yg dapat konsumsi + Uang 50rb /org / 100rb/org. Total KPPS di sini 553 org.53 org x 100.000 = Rp 55.300.000 KPPS tdk dapat apa-apa. Uangnya dikantong Siapa?,” tulis akun @OmJ_JeNggot, Kamis (25/1).

Baca juga: Belajar dari Kasus 2019, Pemerintah Diminta Fasilitasi Anggota KPPS Pemilu 2024 Dengan BPJS Ketenagakerjaan

“Di medan juga gitu. Cuma dapat snack dan hikmah nya aja. Padahal banyak loh yg dapat duit transport. Bukan masalah duit nya ya, seharusnya jelas dong anggaran nya. Malah tadi di grup kaki ada anggota kpps yg kirim video tiktok tentang kpps ga dapat duit,” tambah akun X @gracesofloveq

“Saya anggota kpps juga.. tadi pelantikan tidak ada dapat uang 50 ribu atau 100 ribu,, malahan kami di suruh cari bibit utk di tanam… dan konsumsi cuma gorengan. Apa ada dana nya ya 50 ribu atau 100 buat kpps yg pelantikan??,” tulis akun @zyuliantika929. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

6 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

6 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

6 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

6 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

10 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

13 hours ago