Categories: Moneter dan Fiskal

Anggaran Belanja Membaik, Capai Rp1.796,6 Triliun

Jakarta–Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro menyebutkan bahwa realisasi belanja negara 2015 menunjukkan kinerja yang luar biasa ditengah berbagai keterbatasan. Pergantian pemerintahan, seperti proses penyusunan perubaha APBN dan perubahan nomenklatur pada beberapa kementrian menjadi salah satu yang mendorong membaiknya anggara belanja K/L di 2015.

Per 22 Jnauari 2016, realisasi sementara belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 tercatat mencapai Rp1.796,6 triliun atau 90,5% dari pagu APBN-P 2015 yang sebesar Rp1.984,1 triliun.

Dari total belanja negara tersebut, belanja pemerintah pusat, yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) dan belanja non-K/L tercatat mencapai Rp1.173,6 triliun, atau sekitar 88,9% dari pagu APBN-P 2015. Sedangkan, realisasi belanja K/L sendiri untuk sementara adalah sebesar Rp724,7 triliun atau 91,1% dari target APBN-P 2015.

Performance belanja K/L yang sudah 91% ini saya harus bilang bahwa ini luar biasa, karena kalau kita lihat 2015 APBN-P baru selesai pertengahan Bulan Februari, DIPA-nya baru selesai Maret, sehingga proses lelang, kontrak dan segala macam membuat kebanyakan project itu baru mulai Juni, Jadi sebenarnya ruang untuk spending-nya sudah mulai terbatas,” jelas Bambang.

Masih berdasarkan data Kementrian Keuangan (Kemenkeu), belanja non-K/L yang antara lain dialokasikan untuk subsidi dan pembayaran bunga utang menunjukkan penurunan. Realisasi belanja non-K/L pada 2015 tercatat sebesar Rp448,9 triliun atau 85,7%  dari pagu APBN-P 2015, atau menurun  jika dibandingkan realisasi 2014 yang sebesar Rp626,4 triliun atau 92,4% dari pagu APBN-P 2014.

Bambang menjelaskan, hal tersebut sekaligus mengindikasikan semakin membaiknya kualitas belanja pemerintah. “Ini sangat baik, karena tahun 2014 belanja non-K/L ini didominasi oleh subsidi BBM (bahan bakar minyak). Nah subsidi BBM-nya sudah jauh berkurang pada tahun 2015, dan itu membuat belanja non-K/L sudah tidak terlalu besar dibandingkan tahun 2014,” urainya.

Data Kemenkeu juga menyebutkan, total realisasi transfer ke daerah dan dana desa tercatat sebesar Rp623 triliun atau 93,7% dari pagu APBN-P 2015. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp573,7 triliun. Realisasi untuk transfer ke daerah sendiri tercatat sebesar Rp602,2 triliun, atau sekitar 93,5% dari pagu APBN-P 2015.Artinya, Dana Desa yang sudah dibagikan seluruhnya kepada semua desa di Indonesia mencapai Rp20,8 triliun. (*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

12 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

12 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

12 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago