Ilustrasi - Gedung Bank Woori Saudara. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp43,27 triliun di sepanjang 2023 atau mengalami pertumbuhan sebanyak 9,69 persen. Angka tersebut memang masih di bawah pertumbuhan kredit industri perbankan di tahun 2023 yang sebesar 10,38 persen.
Menatap 2024, Direktur Konsumer Bank Woori Saudara, Abdurachman Hadi, memproyeksikan kredit BWS bakal tumbuh 10 persen di tahun 2024 atau naik Rp4,4 triliun.
“Di tahun 2024, BI (Bank Indonesia) memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 9-11 persen, sedangkan BWS memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 10 persen, sesuai dengan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia,” ucap Abdurachman dalam Paparan Publik di Jakarta, 7 Maret 2024.
Baca juga: Bank Woori Saudara Targetkan Laba Tumbuh 17,91 Persen di 2024, Intip Strateginya
Ia menjelaskan bahwa, di sepanjang tahun 2023, pertumbuhan kredit BWS masih didominasi oleh kredit konsumer, dengan mengandalkan dua produk unggulannya, yaitu Kredit Pensiun (KUPEN) dan Kredit Pegawai (KUPEG).
“Adapun strategi penyaluran kredit di tahun 2024 BWS akan mulai fokus pengembangan kredit konsumer lain seperti KPKB (Kredit Pemilikan Kendaraan Bermotor) dan KPH (Kredit Pemilikan Hunian),” imbuhnya.
Selain itu, BWS juga akan terus melanjutkan upaya nyata dalam mendorong peningkatan kredit yang berorientasi produksi pada skala mikro dan kecil. Sementara, untuk level korporasi, BWS akan meningkatkan pemberian kredit ke sektor-sektor prioritas.
Baca juga: Bank Woori Saudara Bukukan Laba Rp697,86 Miliar di 2023
Sebagai informasi, BWS di sepanjang tahun 2023 mampu meraih laba sebesar Rp697,86 miliar yang didukung oleh pendapatan bunga BWS tahun 2023 yang mencapai Rp3,72 triliun atau naik 25,59 persen dari Rp2,91 triliun.
Di mana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mengalami peningkatan 8,33 persen menjadi Rp31,19 triliun di tahun 2023 dari Rp28,79 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More