Moneter dan Fiskal

Ancaman Inflasi Didepan Mata, Menkeu Waspadai Situasi Global

Jakarta – Kondisi global yang belum menentu, akibat dampak dari perang Rusia-Ukraina, telah menyebabkan lonjakan harga pangan. Hal ini menimbulkan tekanan inflasi yang sangat tinggi dibeberapa negara salah satunya Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun menyampaikan, bahwa pemerintah Indonesia terus mewaspadai ancaman kenaikan inflasi pangan. Situasi global yang tak menentu menjadi fokus tersendiri bagi pemerintah.

Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani mengklaim, sejauh ini kondisi perekonomian Indonesia masih dalam situasi yang cukup aman meski harga pangan global meningkat. Namun, kata dia, pemerintah tak ingin terlena karena tantangan kenaikan inflasi sudah terjadi di sejumlah negara.

“Tantangan tekanan inflasi dari pangan harus tetap diwaspadai. Perang Rusia-Ukraina tah menyebabkan lonjakan harga pangan,” ujar Menkeu dalam acara Seminar Internasional Securitization Summit 2022: “Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance” di Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.

Baca juga : Ngeri, Inflasi Tinggi Buat 58% Warga Amerika Gak Bisa Nabung

Menkeu Sri Mulyani juga menyatakan, di beberapa negara sudah mengalami tekanan kenaikan harga pangan signifikan. Namun Indonesia sejauh ini telah menyiapkan diri sehingga lebih tahan terhadap guncangan harga pangan yang terjadi.

“Ini tentu menjadi perhatian kita semua. Indonesia Alhamdulillah dari sisi pangan dalam tiga tahun terakhir dari produksi beras maupun produk komoditas memiliki kemampuan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan ekspor ke luar negeri,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pemerintah saat ini terus berupaya untuk membangun ketahanan pangan dalam situasi geopolitik dan ekonomi global yang tak menentu. Bahkan masalah ketahanan pangan ini telah menjadi perhatian forum internasional agar segera bisa diselesaikan.

“Di G20 ini jadi salah satu isu yang menjadi perhatian karena pangan ini menjadi sumber inflasi dunia dengan adanya perang di Ukraina yang menimbulkan dampak terhadap supply chain dan supply dari makanan maupun dari pupuk,” tutup Menkeu. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

29 mins ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

52 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

1 hour ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

3 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago