Jakarta – Nama Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo terdengar tak asing bagi para pelaku industri mortgage Tanah Air. Orang yang menduduki posisi nomor satu di perusahaan pembiayaan perumahan sejak tahun 2016 tersebut telah malang melintang di berbagai lembaga keuangan.
Sejumlah lembaga keuangan tersebut, antara lain VP PT Bank Niaga, Direktur Utama PT Pefindo, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Presiden Direktur BNI Securities.
Di bawah kepemimpinannya, Sarana Multigriya Finansial (SMF) menerapkan enam strategi untuk mendorong penguatan ekosistem perumahan nasional, yakni optimalisasi penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), mendukung penyaluran fasilitas pinjaman kepada pengembang, pengembangan pembiayaan KPR bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
Lalu, pengembangan pembiayaan mikro perumahan bagi masyarakat informal, pengembangan homestay melalui penyaluran kredit kepada masyarakat yang tinggal di sekitar daerah wisata, dan pengembangan rumah di daerah kumuh dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melalui penyaluran dana untuk membangun atau merenovasi menjadi layak huni.
SMF yang pada semester I 2021 telah mengumpulkan total aset sebesar Rp31,95 triliun atau naik 8,97%, dengan laba bersih naik 27,58% menjadi Rp310 miliar itu seolah beruntung mendapatkan sosok pemimpin seperti Ananta. Oleh karena itu, layaklah bila Ananta Wiyogo menerima predikat Top 100 CEO 2021 dari Majalah Infobank. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More
Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More
Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More