Ilustrasi: Suku bunga kredit bank. (Foto: Istimewa)
Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI
TEPAT, taktis dan berhati-hati keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini yang mempertahankan BI rate di 6,25 persen untuk menjaga kestabilan moneter. Terutama dalam mempertahankan posisi rupiah agar lebih berdaya tahan terhadap dolar Amerika Serika (AS) dan melanjutkan penguatan rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
Pelaku pasar dan pebisnis serta perbankan diperkirakan tidak terkejut dan bisa memahami keputusan BI. Harus diingat dan dimengerti, bahwa, pertama, penguatan rupiah akhir-akhir ini lebih dikarenakan faktor sentimen global oleh depresiasi dolar AS terhadap mata uang kuat lainnya (yen, poundsterling, euro).
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More