Ilustrasi: Suku bunga kredit bank. (Foto: Istimewa)
Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI
TEPAT, taktis dan berhati-hati keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini yang mempertahankan BI rate di 6,25 persen untuk menjaga kestabilan moneter. Terutama dalam mempertahankan posisi rupiah agar lebih berdaya tahan terhadap dolar Amerika Serika (AS) dan melanjutkan penguatan rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
Pelaku pasar dan pebisnis serta perbankan diperkirakan tidak terkejut dan bisa memahami keputusan BI. Harus diingat dan dimengerti, bahwa, pertama, penguatan rupiah akhir-akhir ini lebih dikarenakan faktor sentimen global oleh depresiasi dolar AS terhadap mata uang kuat lainnya (yen, poundsterling, euro).
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More