Categories: Moneter dan Fiskal

Analis: Waspadai Rupiah Berbalik Melemah

Jakarta–Para pelaku pasar disarankan untuk mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika tren penguatan mulai terbatas, kendati pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS masih berpeluang berada di zona positif.

Menurut analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, jika asumsi Rupiah masih akan menguat, maka laju Rupiah akan bertahan di teritori positif. Tetapi jika asumsi tersebut tidak terpenuhi, maka waspadai potensi pembalikan arah melemah.

Support di level Rp13.035, sedangkan resistance di level Rp13.020. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah,” ujar Reza dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

Sedangkan pergerakan Rupiah pada perdagangan kemarin (7/3) tidak seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kehabisan daya untuk bergerak menguat. “Rupiah mampu mengalami kenaikan, seiring menguatnya sejumlah mata uang regional terhadap Dolar AS,” tukasnya.

Ketidakjelasan sikap Federal Reserve AS terkait kebijakan menaikkan suku bunga Fed Fund rate justru menjadi sentimen negatif bagi dolar. Sehingga, kata dia, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Euro, Poundsterling, Dolar Australia, Yen dan Yuan untuk bergerak menguat terhadap Dolar AS.

“Tentu saja kondisi ini memberikan sentimen positif pada Rupiah,” ucap Reza.

Sebelumnya, dirinya menyampaikan bahwa penguatan Rupiah mendekati area oversold, namun jika diasumsikan tidak terjadi profit taking, maka laju Rupiah dapat bertahan di area positif. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

52 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago