Categories: Moneter dan Fiskal

Analis: Target Pendapatan APBN Masih Terlalu Tinggi

Jakarta– Meski target pendapatan pada Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 telah diturunkan dari rancangan awalnya, target penerimaan negara itu dinilai masih cukup menantang. Leo Rinaldy, analis Tim Riset Mandiri Sekuritas mengatakan target pendapatan tersebut masih tinggi. Postur RAPBN 2016 sedikit berbeda dengan rancangan awal yang diumumkan pada 14 Agustus.Target pendapatan pajak lebih rendah Rp19 triliun dari rencana awal.

“Dengan struktur anggaran 2016, kami masih meyakini target pajak masih menantang. Target itu hanya naik 3,9% dari APBN-P tahun ini. Meskipun demikian, dengan pertumbuhan pajak 2% pada 2015, target tahun depan hanya mencerminkan akselerasi sebesar 32%,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 30 Oktober 2015.

Dengan prediksi itu, tim Riset Mandiri Sekuritas meyakini target pendapatan pajak 2016 bergantung pada program reformasi pajak pemerintah dan juga kesuksesan implementasi kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty). Seperti diketahui, dini hari tadi Badan Anggaran (Banggar) DPR RI akhirnya sepakat membawa hasil pembahasan RAPBN2016 ke Rapat Paripurna yang digelar hari ini. Hasil kesepaktan Banggar dan Pemerintah itu antara lain, pagu anggaran penerimaan negara Rp 1.822,5 triliun dan belanja negara Rp 2.095 triliun. Sedangkan defisit anggaran dipatok sebesar Rp 273,2 triliun atau 2,15% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara, asumsi makro yang disepakati adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, inflasi 4,7% dan nilai tukar rupiah Rp 13.900 per dollar Amerika. Harga minyak (Indonesia Crude Palm atau ICP)  50 USD per barrel, lifting minyak 830.000 barrel per hari, lifting gas 1.015 juta barrel per hari setara dengan minyak.

Sementara untuk target pembangunan ditetapkan tingkat pengangguran sebesar 5,2%-5,5% target kemiskinan 9%-10%, gini ratio 0,39%, indeks pembangunan manusia (IPM) 70,1. Banggar DPR dini hari tadi selesai berdiskusi dengan pemerintah terkait dengan RAPBN 2016. Dari 10 partai yang hadir, hanya Gerindra yang menolak usulan APBN pemerintah.(*) Ri Martati

Apriyani

Recent Posts

KPK Gelar 2 OTT Sekaligus, Salah Satunya di Kantor Bea Cukai Jakarta

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More

3 hours ago

OJK Dorong KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More

3 hours ago

Psikologi Konsolidasi Bank

Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More

3 hours ago

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More

4 hours ago

Andy Arslan Djunaid Mundur dari Kursi Komut JMA Syariah, Ada Apa?

Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham BBTN, AMMN, dan BRIS Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More

4 hours ago