Dia mengungkapkan, walaupun belum ada konfirmasi resmi dari Standard & Poor’s (S&P) terkait peringkat utang, namun kenaikan peringkat utang ke investment grade saat ini diperkirakan sangat kuat, sehingga meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.
Kendati demikian, pelaku pasar tetap harus mewaspadai sentimen negatif yang dapat mengganggu pergerakan rupiah, salah satunya dampak dari Brexit, di mana pemerintah Inggris menyatakan akan mulai memisahkan diri dari Uni Eropa pada 29 Maret 2017 mendatang.
“Brexit yang dicanangkan akan dimulai segera mulai menekan poundsterling sehingga memberikan alasan bagi dolar untuk berhenti melemah,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More