Politic

Analis Bocorkan Kriteria Cawapres Incaran Investor

Jakarta – Memasuki tahun politik 2024, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa investor akan lebih melirik calon wakil presiden (cawapres) yang memiliki rekam jejak yang baik pada dunia usaha. Ini dikarenakan ketiga calon presiden (capres) yang digaungkan memiliki kekuatan yang seimbang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger MM, usai acara Media Day yang diselenggarakan di Jakarta, 17 Oktober 2023.

Baca juga: Ini Dia Kriteria Capres 2024 Idaman Investor

“Favorit market kan selalu dunia usaha yang dilihat, sebelumnya presiden udah favorit market, sekarang terlalu seimbang sehingga cawapres jadi penentunya yang menentukan suaranya, kalau sekarang ketiga-tiganya (capres) seimbang, biasanya cawapres bisa menentukan arah suaranya,” ucap Roger kepada media.

Roger menambahkan bahwa, capres dan cawapres yang menjadi favorit market akan terlihat ketika saham-saham dari indeks BUMN mengalami pergerakan yang meningkat, sehingga investor masih akan menunggu hasil dari pasangan capres dan cawapres yang akan diumumkan pada 25 Oktober 2023.

“Favorit market begitu mereka deklarasi sahamnya (BUMN) naik, nah itu favorit mereka (investor), penentuan tanggal 25. Makanya marketnya gini-gini aja nunggu siapa deklarasi,” imbuhnya.

Baca juga: Jadi Calon Kuat Cawapres Prabowo, Segini Kekayaan Gibran Rakabuming

Adapun, dirinya juga mengungkapkan bahwa, jika saham BUMN menunjukkan pergerakan saham yang netral artinya tidak ada pasangan capres dan cawapres yang menjadi favorit market.

“Jika sudah tau capres-cawapres arah marketnya seperti apa, tinggal nanti mungkin biasanya investor akan melihat capres-cawapres mana yang lebih pro ekonomi, masih pro bisnis, pro dunia usaha,” tutup Roger. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

3 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

8 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

10 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

20 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

21 hours ago