News Update

Anabatic dan Huawei Dorong Bank Tingkatkan Private Cloud

Jakarta – PT Anabatic Digital Raya yang merupakan Sub Holding dari PT Anabatic Technologies Tbk, dan Huawei Indonesia dorong perbankan untuk meningkatkan Private Cloud guna memenuhi kebutuhan transaksi digital yang terus meningkat di tengah pandemi covid-19.

Pandemi Covid-19 dan berbagai intervensi pembatasan sosial yang diperlukan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 berdampak signifikan terhadap peningkatan tren penggunaan transaksi digital.

Hal ini terjadi karena perubahan perilaku masyarakat yang beralih menggunakan transaksi digital seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya.

Meningkatnya transaksi digital berdampak pada kemampuan server yang juga perlu ditingkatkan, mengadopsi private cloud menjadi pilihan terbaik saat ini guna mengantisipasi transaksi digital yang meningkat cukup tajam ditengah pandemi saat ini, terutama di sektor kritial seperti perbankan.

Sektor Perbankan perlu mengantisipasi lagging atau transaksi bottle neck ketika puncak transaksi terjadi melihat fenomena tersebut, PT Anabatic Digital Raya dan Huawei Indonesia berkolaborasi melalui produk Huawei High Performance Server dan Storage untuk private cloud yang dapat memenuhi kebutuhan sektor perbankan dengan harga yang ekonomis.

Nugraha Santosa, Presiden Direktur Anabatic Digital Raya mengatakan, pertumbuhan bisnis di era transformasi digital berkembang sangat pesat.

Oleh sebab itu lanjutnya, perusahaan harus bijak mengeluarkan investasi yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan saat ini.

“Opsi pembangunan private cloud untuk memenuhi kebutuhan server perbankan bisa menjadi solusi guna mengantisipasi transaksi digital banking per detik yang meningkat cukup tajam ditengah pandemi covid-19 saat ini,”
kata Nugraha di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

Nugraha Santosa Menambahkan, Anabatic sendiri memiliki banyak pengalaman dalam mengimplementasikan solusi private cloud melalui produk Huawei Server dan Storage di berbagai bank di Indonesia, selain stabil dan memiliki performa tinggi, produk Huawei tergolong ekonomis di banding produk-produk lain yang sejenis.

Jason Zhang, Direktur Cloud dan AI BG Huawei Indonesia, mengatakan Huawei, sebagai penyedia ICT infrastruktur terkemuka yang telah berdiri selama 20 tahun di Indonesia, berfokus pada pembangunan koneksi Indonesia yang lebih baik dan memungkinkan pengembangan ekonomi digital kedepannya.

“Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan PT Anabatic Digital Raya dalam menyediakan solusi infrastruktur untuk sektor perbankan, termasuk computing dan storage karena Huawei memiliki pengalaman yang kaya dalam proyek-proyek pada industri keuangan. Huawei berkomitmen untuk memberikan kinerja yang terdepan dan menawarkan keandalan, solusi cost-effective infrastruktur untuk meningkatkan pengalaman transaksi pelanggan, dan membangun kehidupan digitalisasi yang lebih nyaman. Solusi ini membantu memaksimalkan kecepatan pemrosesan setiap transaksi, nilai data masing-masing byte, dan memotong biaya penyimpanan setiap byte,” jelasnya.

Dengan private cloud, bank dapat mengelola, menerapkan, dan menggunakan layanan IT secara lebih fleksibel dan juga dapat secara khusus menggunakan private cloud untuk melakukan dan menganalisis informasi lebih cepat dan membuat keputusan lebih tepat. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

17 mins ago

Misbakhun Buka Suara soal Namanya Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More

20 mins ago

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

42 mins ago

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

1 hour ago

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

2 hours ago

OJK dan BEI Sosialisasi Aturan Free Float 15 Persen ke AEI

Poin Penting OJK dan BEI resmi mensosialisasikan rencana kenaikan free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

2 hours ago