Hingga Mei 2018, Amartha Mikro Fintek Salurkan Dana Rp402,85 Miliar
Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), fintech peer-to-peer lending menargetkan untuk menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 5.000 orang dalam waktu lima tahun ke depan. Ini artinya akan ada 1000 orang setiap tahunnya untuk ekspansi.
Adapun Amartha memulai rekrutmen karyawan dari tahun 2022. Perusahaan menargetkan sebanyak 1.800 karyawan baru, baik di kantor pusat maupun di kantor cabang wilayah operasional Amartha. Hingga saat ini, Amartha memiliki lebih dari 4.100 karyawan yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Sebanyak 3.000 karyawan merupakan pendamping lapangan (Business Partners) yang tersebar di lebih dari 35.000 desa. Pendamping lapangan umumnya merupakan talenta muda di daerah setempat yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada mitra binaan di wilayah tersebut.
Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha mengungkapkan rekrutmen yang dilakukan perusahaan tetap diiringi dengan performa bisnis dan kinerja keuangan Amartha yang baik. Di tahun 2021, Amartha mencatatkan pertumbuhan bisnis lebih dari dua kali lipat serta angka NPL yang stabil di bawah 0,5%.
“Amartha melihat fundamental ekonomi segmen mikro di Indonesia cukup kuat dan berkelanjutan, sehingga dibutuhkan talenta-talenta baru yang siap untuk membawa segmen tersebut bertransformasi menuju kesejahteraan dan literasi digital yang lebih baik bersama Amartha,” ujar Taufan pada keterangannya di Jakarta.
Di tahun 2022, Amartha memang berencana untuk memperluas wilayah operasional ke beberapa provinsi di Sumatra dan Sulawesi seperti provinsi Bengkulu, Riau, Lampung, Gorontalo, dan beberapa kota lainnya. Oleh sebab itu, perekrutan ribuan karyawan ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan untuk menjangkau jutaan perempuan pengusaha mikro lainnya.
Sebagai informasi, Amartha saat ini telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6,5 triliun rupiah dan menjangkau lebih dari satu juta perempuan pengusaha mikro lewat akses permodalan. Amartha optimis, dengan dukungan dari talenta yang inovatif, perusahaan dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi dalam menyediakan layanan keuangan digital yang inklusif. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More
Poin Penting Ridha Wirakusumah resmi menuntaskan masa jabatan sebagai CEO INA pada 15 Februari 2026,… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas membuka Kantor Cabang Prioritas di Kelapa Gading untuk memperkuat hubungan dengan… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More