Amartha Catat Penyaluran Modal Tembus Rp10 Triliun

Amartha Catat Penyaluran Modal Tembus Rp10 Triliun

Rupiah ditutup Menguat di 15.630/US$
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Hingga akhir tahun 2022, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai microfinance marketplace yang berfokus pada penyediaan layanan keuangan inklusif, secara kumulatif telah menyalurkan modal usaha senilai lebih dari Rp10 triliun.

Modal usaha tersebut disalurkan kepada lebih dari 1,4 juta pelaku usaha ultra mikro yang tersebar di seluruh wilayah operasional Amartha. Melalui hal tersebut, Amartha berhasil mempertahankan kualitas pinjaman dengan non performing loan (NPL) terjaga di bawah 0,5%.

Founder and CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis dengan berbagai stakeholder, mulai dari perbankan hingga kerja sama embedded finance dengan platform teknologi seperti eFishery.

“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci pertumbuhan bagi Amartha supaya dapat terus mengakselerasi inklusi keuangan bagi segmen yang lebih masif di masa yang akan datang,” ucap Andi dalam keterangan resmi di Jakarta, 9 Januari 2023.

Kemudian, Amartha juga mencatatkan kinerja yang tumbuh signfikan dan mencetak keuntungan, terlihat dari sebanyak Rp4,7 triliun telah berhasi disalurkan pada sepanjang tahun 2022 atau tumbuh 93% secara tahunan dari Rp2,4 triliun di periode sebelumnya.

Penyaluran modal tersebut didominasi oleh dukungan pendanaan dari 24 mitra perbankan dengan total penyaluran sekitar Rp3 triliun atau sebesar lebih dari 60% total sumber dana yang ada.

Melihat masih adanya isu ketidakpastian global di tahun 2023 ini, Amartha sebagai perusahaan teknologi keuangan inklusif justru melihat adanya potensi untuk turut menopang ekonomi grassroots dan mempercepat pemulihan pasca pandemi.

“Tantangan ekonomi makro mungkin memberi dampak yang cukup signifikan bagi berbagai sektor usaha skala besar. Namun, sektor UMKM justru memiliki resiliensi yang kuat di tengah tantangan ekonomi global,” imbuhnya.

Adapun, hal tersebut dikarenakan pangsa pasar UMKM umumnya berskala lokal, sehingga performanya dapat lebih stabil dan membuat mitra perbankan yakin untuk mendiversifikasikan portofolionya ke sektor UMKM melalui Amartha. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]