Ilustrasi Amar Bank. (Foto: Dok. Amar Bank)
Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (“Amar Bank”, BEI: AMAR), memiliki pemegang saham baru dari Jepang. Mereka adalah SBI Holdings, Inc, konglomerat jasa keuangan terkemuka dari Negeri Sakura.
SBI Holdings kini memegang lebih dari 5 persen saham Amar Bank, dan menjadi pemegang saham institusional terbesar ketiga setelah Tolaram Pte.Ltd (“Tolaram”) dan PT Jagat Raya Imajinasi.
Langkah strategis ini menandai babak baru dalam perjalanan pertumbuhan Amar Bank. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan investor global terhadap masa depan industri perbankan digital Indonesia.
Baca juga: Amar Bank Lirik Potensi Bisnis Industri Perfilman Tanah Air
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian mengataka, pihaknya sangat antusias menyambut kehadiran SBI Holdings sebagai bagian dari Amar Bank. Ia berharap, keduanya dapat bekerja sama erat dalam membuka berbagai peluang baru, khususnya dalam membiayai segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri.
“Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan di bawah naungan mereka, serta memanfaatkan ekosistem layanan keuangan SBI Holdings yang kuat,” kata Vishal dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 9 Oktober 2025.
Baca juga: Amar Bank Bidik Potensi Bisnis Industri Perfilman Tanah Air
Senada, Navin Nahata, MD, Fintech, Infrastructure Tolaram, percaya bahwa hadirnya SBI Holdings ke jajaran pemegang saham semakin memperkuat validasi strategi dan misi Amar Bank untuk merevolusi layanan perbankan untuk nasabah retail dan UMKM.
“Dengan menggabungkan seluruh kapabilitas dan keahlian kami masing-masing, kami yakin langkah ini akan semakin mempercepat peta jalan Amar Bank serta untuk memperluas akses dan meningkatkan pengalaman nasabah,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More