Perbankan

Amar Bank Hadirkan Embedded Banking, Apa Saja Layanannya?

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) hari ini, Kamis (5/12), mengumumkan peresmian peluncuran produk Embedded Banking. Produk Embedded Banking itu ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, dan sekaligus konsumennya, untuk bertransaksi serta berinvestasi secara mudah dalam satu platform. 

Embedded Banking bisa didefinisikan sebagai layanan perbankan terintegrasi pada platform tempat pengguna sudah mengoperasikan bisnis mereka, atau dalam arti sederhana, sistem perbankan yang terbungkus dalam satu platform.

Embedded Banking yang dihadirkan Amar Bank memungkinkan mitra platform digital memiliki kemampuan untuk menawarkan berbagai layanan keuangan bagi pengguna mereka, tanpa perlu menyikapi tantangan regulasi atau infrastruktur yang kompleks.

Platform dapat menawarkan layanan perbankan terpadu, dari melakukan pembayaran hingga mengakses pinjaman dan mengelola tabungan, tanpa perlu meninggalkan platform tersebut.

Baca juga: Kinerja Solid, Kredit Amar Bank Tumbuh Double Digit di September 2024

Produk Embedded Banking Amar Bank menyediakan tiga jenis layanan utama bagi konsumen, yakni rekening perbankan, transaksi dan pembayaran, serta akses kredit atau pinjaman.

Kevin Kane selaku Chief Technology Officer Amar Bank menjelaskan jika inovasi ini muncul dari komunikasi dengan para mitra atau konsumen yang mengelukan beberapa kendala dalam mengoperasikan bisnisnya.

Salah satunya, yakni kasus di mana pelaku usaha tambak di daerah yang tidak memiliki rekening perbankan, dan harus melakukan transaksi secara tunai dengan nominal yang besar kepada konsumennya.

“Saat off take (transaksi), bayarnya tetap cash. Jadi, platform digitalnya sudah bisa memfasilitasi jasa pembelian, tapi harus cash. Karena pelaku usaha itu belum punya rekening. Di sisi platformnya tak memiliki layanan pembukaan akun bank, jadi serba salah,” ucap Kevin saat konferensi pers peluncuran produk Embedded Banking Amar Bank di Jakarta, Kamis (5/12).

Adanya produk Embedded Banking itu sekaligus mengurangi tren penggunaan uang tunai dalam konteks mendukung inklusi keuangan digital di masyarakat. Pada akhirnya, untuk platform digital, daily aktivity user, retensi (tingkat frekuensi penggunaan), dan preferensi penggunaan platform jadi meningkat.

Kondisi tersebut menciptakan win-win solution bagi end user atau konsumen maupun penyedia platform digital.

Sementara itu, Special Project Retail Banking Function Head Amar Bank, Benyamin Tampubolon, mengungkapkan fokus kehadiran produk Embedded Banking untuk pelaku usaha mikro.

“Fokusnya di usaha mikro. Usaha mikro itu artinya usaha perorangan, karena range dari jenis usaha mikro ke menengah itu jauh sekali sebenarnya,” tutur Benyamin.

Segmen usaha mikro dan kecil yang sifatnya belum sampai ke level perusahaan terbuka atau PT adalah segmen pasar yang cukup menarik bagi Amar Bank, mengingat segmen tersebut memiliki kemiripan dengan pangsa pasar retail yang telah dilayani Amar Bank.

Karena menyasar segmen perorangan yang sistem keuangannya mungkin belum sebaik perusahaan terbuka, Benyamin menjelaskan, untuk mencegah tingkat gagal bayar atau non-performing loan (NPL) yang meningkat, pihaknya menerapkan beberapa langkah.

Mulai dari credit scoring, pengumpulan informasi dari partner, serta persyaratan-persyaratan dalam pencairan kredit seperti penunjukkan bukti tertentu dan pembayaran utang kredit yang disesuaikan dengan jadwal penerimaan pendapatan dari kreditur.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan Bank BUMN dalam Penghapusan Kredit UMKM

“Jadi, detail-detail dalam proses itu yang kami customize. Untuk industri yang berbeda, memiliki sifat dan siklus tunai berbeda, kami sesuaikan proses kreditnya berdasarkan karakter mereka masing-masing,” sebutnya.

Hingga kini, layanan Embedded Banking Amar Bank telah memiliki tujuh mitra, yang terdiri dari sektor perdagangan, travel, dan logistik. Amar Bank menargetkan jumlah mitra sebanyak-banyaknya untuk tahun 2025 dan 2026. 

“Kami harapkan kami bisa jangkau semakin banyak jenis industri secara lebih baik daripada hanya satu jenis industri. Karena jika hanya satu, kalau terjadi sesuatu di industri itu, kita juga kena,” bebernya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

1 hour ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

1 hour ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

2 hours ago

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

8 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

12 hours ago