Ilustrasi - Amar Bank. (Foto: Dok. Amar Bank)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (“Amar Bank”, BEI: AMAR) melanjutkan tren kinerja yang positif di triwulan III-2025. Merujuk kepada laporan keuangan Amar Bank, perusahaan membukukan laba bersih Rp174,64 miliar.
Angka tersebut naik 14,7 persen secara year-on-year (yoy) dari kuartal-III 2024. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari kinerja intermediasi Amar Bank yang solid sampai dengan September 2025.
Dana pihak ketiga (DPK) mengalami lonjakkan 92,86 persen (yoy), dari Rp858,12 miliar menjadi Rp1,65 triliun.
Menurut Vishal Tulsian, Direktur Utama Amar Bank, pertumbuhan DPK yang signifikan mencerminkan keberhasilan bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang relevan dan dipercaya oleh masyarakat.
Vishal berujar, pertumbuhan DPK yang hampir mendekati triple digit menjadi bukti kepercayaan nasabah terhadap Amar Bank. Ini juga menunjukkan pendekatan digital perusahaan yang fokus pada nilai Save Now, Spend Later.
“Filosofi yang menekankan pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan yang yang bertanggung jawab di era ekonomi digital yang serba cepat ini,” kata Vishal dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu, 12 November 2025.
Baca juga: Amar Bank Punya Pemegang Saham Baru dari Jepang, Ambil Kepemilikan 5 Persen
Melesatnya DPK Amar Bank juga disyukuri oleh David Wirawan, Senior Vice President (SVP) Finance Amar Bank. Menurutnya, pengelolaan dana yang hati-hati menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.
“Pertumbuhan DPK yang signifikan memberi ruang likuiditas yang kuat bagi Amar Bank untuk terus memperluas penyaluran kredit ke sektor produktif. Di tengah tekanan biaya dana yang meningkat, kami berhasil menjaga efisiensi dan profitabilitas tetap sehat,” ujarnya.
Penyaluran kredit Amar Bank juga terbilang moncer. Angkanya mencapai Rp3,16 triliun atau tumbuh 10,99 persen (yoy). Amar Bank juga terlihat berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.
Baca juga: Amar Bank Lirik Potensi Bisnis Industri Perfilman Tanah Air
Net Interest Margin (NIM) berada di angka 24,33 persen. Sementara, masing-masing Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) mencapai 5,73 persen dan 6,98 persen. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menyentuh 85,09 persen.
Akan tetapi, Non-Performing Loan (NPL) Gross masih tercatat di angka 9,66 persen, meskipun NPL Nett sebesar 1,35 persen. Ke depan, Amar Bank masih akan terus menggenjot kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan underbanked.
“Dengan profitabilitas yang kuat serta likuiditas dan kualitas aset yang terjaga, Amar Bank memiliki ruang luas untuk terus memperkuat dukungan bagi UMKM dan masyarakat yang belum terlayani,” tegas David. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More