Perbankan

Amar Bank Catat Laba Bersih Rp174,64 Miliar, Melesat 14,7 Persen di Q3 2025

Poin Penting

  • Laba bersih Amar Bank Q3-2025 mencapai Rp174,64 miliar, naik 14,7% YoY.
  • DPK melonjak 92,86% YoY, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap solusi digital bank.
  • Amar Bank memperkuat penyaluran kredit ke UMKM dan underbanked, sambil menjaga profitabilitas dan kualitas aset.

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (“Amar Bank”, BEI: AMAR) melanjutkan tren kinerja yang positif di triwulan III-2025. Merujuk kepada laporan keuangan Amar Bank, perusahaan membukukan laba bersih Rp174,64 miliar.

Angka tersebut naik 14,7 persen secara year-on-year (yoy) dari kuartal-III 2024. Pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari kinerja intermediasi Amar Bank yang solid sampai dengan September 2025.

Dana pihak ketiga (DPK) mengalami lonjakkan 92,86 persen (yoy), dari Rp858,12 miliar menjadi Rp1,65 triliun.

Menurut Vishal Tulsian, Direktur Utama Amar Bank, pertumbuhan DPK yang signifikan mencerminkan keberhasilan bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang relevan dan dipercaya oleh masyarakat.

Vishal berujar, pertumbuhan DPK yang hampir mendekati triple digit menjadi bukti kepercayaan nasabah terhadap Amar Bank. Ini juga menunjukkan pendekatan digital perusahaan yang fokus pada nilai Save Now, Spend Later.

“Filosofi yang menekankan pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan yang yang bertanggung jawab di era ekonomi digital yang serba cepat ini,” kata Vishal dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu, 12 November 2025.

Baca juga: Amar Bank Punya Pemegang Saham Baru dari Jepang, Ambil Kepemilikan 5 Persen

Melesatnya DPK Amar Bank juga disyukuri oleh David Wirawan, Senior Vice President (SVP) Finance Amar Bank. Menurutnya, pengelolaan dana yang hati-hati menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.

“Pertumbuhan DPK yang signifikan memberi ruang likuiditas yang kuat bagi Amar Bank untuk terus memperluas penyaluran kredit ke sektor produktif. Di tengah tekanan biaya dana yang meningkat, kami berhasil menjaga efisiensi dan profitabilitas tetap sehat,” ujarnya.

Penyaluran kredit Amar Bank juga terbilang moncer. Angkanya mencapai Rp3,16 triliun atau tumbuh 10,99 persen (yoy). Amar Bank juga terlihat berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.

Baca juga: Amar Bank Lirik Potensi Bisnis Industri Perfilman Tanah Air

Net Interest Margin (NIM) berada di angka 24,33 persen. Sementara, masing-masing Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) mencapai 5,73 persen dan 6,98 persen. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menyentuh 85,09 persen.

Akan tetapi, Non-Performing Loan (NPL) Gross masih tercatat di angka 9,66 persen, meskipun NPL Nett sebesar 1,35 persen. Ke depan, Amar Bank masih akan terus menggenjot kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan underbanked.

“Dengan profitabilitas yang kuat serta likuiditas dan kualitas aset yang terjaga, Amar Bank memiliki ruang luas untuk terus memperkuat dukungan bagi UMKM dan masyarakat yang belum terlayani,” tegas David. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

5 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

7 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

7 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

8 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

8 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

8 hours ago