Perbankan

Amar Bank Berhasil Cetak Laba Rp214,99 Miliar Sepanjang 2024

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp214,99 miliar tumbuh 20,8 persen secara tahunan (yoy) sepanjang tahun 2024.

Presiden Direktur PT Bank Amar Indonesia Tbk, Vishal Tulsian mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi segmen pinjaman digital melalui platform andalan Tunaiku dari Amar Bank.

Selain itu, Amar Bank berhasil mengelola biaya secara efisien dan menerapkan strategi penyaluran kredit hati-hati, yang menjadi pendorong utama peningkatan profitabilitas.

“Di tahun 2024, penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen Tunaiku,” jelas Vishal dalam keterangan resmi, Rabu, 9 April 2025.

Baca juga: Amar Bank Tegaskan Komitmen Hadapi Ekonomi Digital 2025

Senior Vice President Finance Amar Bank, David Wirawan menekankan bahwa pertumbuhan profitabilitas yang stabil dan berkelanjutan pada 2024 adalah hasil dari penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat.

“Hal ini terbukti dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang tetap sehat, menjaga kualitas kredit tetap terjaga,” ujar David.

Komitmen Amar Bank dalam menerapkan prinsip responsible banking tecermin dari keberhasilannya menjaga stabilitas dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di level optimal. DPK tercatat meningkat 52,96 persen, menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat.

Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 126,31 persen per Desember 2024 menjadi indikator solidnya kesehatan keuangan Amar Bank. 

“Tingkat CAR yang kuat ini tidak hanya memastikan ketahanan keuangan Amar Bank, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk ekspansi pasar. Kami optimis menghadapi tahun 2025 dan seterusnya dengan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada inovasi teknologi dan penguatan produk keuangan digital,” imbuh David.

Strategi Bisnis 2025

Amar Bank menyatakan pencapaian positif sepanjang 2024 menjadi pendorong utama untuk mempertahankan momentum pada tahun 2025. 

Vishal menambahkan, Amar Bank akan terus memperluas penyaluran kredit produktif dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Kami berkomitmen untuk menjaga rasio non-performing loan (NPL) di bawah batas maksimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tambah Vishal.

Vishal mengatakan, dukungan terhadap perkembangan teknologi dan strategi pemasaran adaptif akan memastikan bisnis Amar Bank tetap tumbuh dan berkembang. 

Ke depan, Amar Bank akan fokus pada penguatan ekosistem digital melalui kolaborasi strategis dan inovasi embedded banking.

“Dengan visi menjadi pelopor solusi keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan, Amar Bank berkomitmen untuk terus mendukung individu dan UMKM dalam meraih peluang baru, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, dan menciptakan dampak sosial yang positif,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago