Jakarta – Platform belanja kebutuhan sehari-hari secara daring milik Trans Retail Indonesia, PT Bukalapak Tbk (BUKA), dan Growtheum Capital Partners -AlloFresh- siap bersaing dengan start-up e-grocery lainnya di Tanah Air.
Presiden PT Bukalapak Tbk (BUKA) Teddy Oetomo meyakini pihaknya mampu menjadi pemain terdepan dalam industri e-grocery, mengingat AlloFresh bermitra dengan Trans Retail Indonesia yang sudah menjadi pemain ritel sejak 25 tahun lalu dan telah memiliki rangkaian produk yang luas dengan pemasok dan produsen produk makanan dan rumah tangga paling populer di Indonesia. Dikombinasikan dengan kekuatan teknologi Bukalapak, diharapkan start-up baru ini bisa berkembang dengan cepat nantinya.
Apalagi, AlloFresh akan memulai bisnisnya dengan pendanaan awal sebesar Rp1 triliun dan menawarkan lebih dari 150.000 stock-keeping unit (SKU) dari sekitar 10.000 pemasok dengan pengiriman cepat dalam waktu 3 jam, serta layanan quick commerce dengan opsi pengiriman 30 menit di seluruh Indonesia.
“Kalau soal porsi kepemilikan saham, Bukalapak memiliki porsi 35%, Trans Retail 55%, dan Growtheum 10%,” ujarnya dalam konferensi pers Peluncuran AlloFresh, Rabu, 2 Maret 2022.
Sementara itu, pada tahap awal, layanan ini baru tersedia di Jakarta, tepatnya di tujuh lokasi yakni Transmart Central Park, Transmart Cibubur, Transmart Ambasador, Emporitum Pluit Mall, Transmart Taman Mini, Transmart Lebak Bulus, dan Transmart Cempaka Putih.
President Director & CEO PT Trans Retail Indonesia Bouzeneth Benaouda mengatakan, Transmart saat ini memiliki 138 gerai yang ada di seluruh Indonesia. Transmart seperti diketahui adalah sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang merupakan pemilik dari jaringan supermarket Carrefour serta Carrefour Express. Saat ini, Transmart merupakan salah satu anak perusahaan dari Trans Corp. Pada tahun 2021, semua gerai Carrefour di seluruh Indonesia telah berubah menjadi Transmart.
“Jakarta akan kita mulai dengan gerai yang ada Transmartnya. Nantinya semua toko dan gerai dari Transmart sudah dipastikan akan masuk kedalam AlloFresh,” ujarnya.
Bouzeneth percaya bahwa sinergi operasional dan keuangan antara Trans Retail Indonesia, Bukalapak, dan Growtheum sangat menarik karena adanya kombinasi keahlian yang melekat pada masing-masing pihak mulai dari sourcing, distribusi, teknologi, dan keuangan untuk menjadi pemimpin di segmen pengiriman barang kebutuhan sehari-hari.
“Kami optimistis bahwa hal ini akan meningkatkan pengalaman para pengguna kami dan membantu kami menghadirkan produk-produk berkualitas dengan nilai yang baik. AlloFresh akan menjadi satu-satunya tempat untuk mengakses rangkaian produk dari berbagai merek dan label tersendiri di Indonesia hanya dengan beberapa klik,” katanya.
Dikombinasikan dengan kekuatan teknologi Bukalapak, pelanggan AlloFresh nantinya dapat dengan mudah melakukan pemesanan baik melalui aplikasi atau website online maupun melalui fitur “Click & Go” di toko-toko TransMart di seluruh Indonesia. (*)
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More