News Update

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting

  • Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy, ditopang pendapatan operasional yang tumbuh 37 persen menjadi Rp1,983 triliun
  • NIM naik ke 10,1 persen, ROA 4,9 persen, dan ROE 7,9 persen. Adapun penyaluran kredit tumbuh dengan total Rp9,141 triliun
  • Dari sisi funding, DPK Allo Bank naik 56 persen yoy menjadi Rp9,519 triliun. CAR tercatat tinggi di level 74 persen, dengan ekuitas mencapai Rp7,509 triliun.

Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) membukukan laba bersih Rp574 miliar, tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional dan strategi perseroan dalam menyediakan solusi perbankan bagi nasabah ritel, UMKM, hingga korporasi yang selama ini kurang terlayani.

Berdasarkan laporan perseroan hingga Desember 2025, pendapatan operasional Allo Bank naik 37 persen yoy menjadi Rp1,98 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta pendapatan berbasis komisi.

Baca juga: Buyback Saham, Allo Bank Siapkan Dana Rp60,65 Miliar

Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 29 persen yoy menjadi Rp1,44 triliun. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya melonjak 65 persen yoy menjadi Rp543 miliar, seiring pertumbuhan penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Dari sisi profitabilitas, sejumlah rasio keuangan menunjukkan perbaikan. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 10,1 persen, naik 120 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian, return on asset (ROA) meningkat 110 bps menjadi 4,9 persen, sedangkan return on equity (ROE) naik 50 bps menjadi 7,9 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit hingga akhir 2025 tercatat Rp9,14 triliun, tumbuh di segmen ritel maupun wholesale. Bank tetap menjaga kualitas aset, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross sebesar 1,6 persen dan NPL net 0,6 persen.

Baca juga: Allo Bank dan Bank Mega Salurkan Rp3,7 Triliun untuk Fasilitas Plasma Darah Indonesia

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 56 persen yoy menjadi Rp9,51 triliun. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya kepercayaan nasabah terhadap Allo Bank.

Permodalan bank juga tergolong sangat kuat. Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 74 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Ekuitas perseroan naik 3 persen yoy menjadi Rp7,50 triliun, ditopang pertumbuhan laba ditahan dan laba berjalan.

Plt Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah mengatakan, capaian ini menjadi bukti ketahanan model bisnis perseroan di tengah tantangan ekonomi.

“Di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, kami bersyukur Allo Bank mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan basis pelanggan yang telah melebihi 14 juta nasabah pada akhir Desember 2025,” ujarnya.

Ia bilang, pertumbuhan selama 2025 ini melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat yang berhasil dicatatkan perseroan pada tahun sebelumnya. (*)

Editor: Galih Pratama

.

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

12 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

27 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

30 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

43 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

53 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

57 mins ago