Poin Penting
Jakarta – Allianz Utama Indonesia membeberkan tingkat literasi masyarakat Indonesia terkait dengan asuransi masih sekira 45 persen dari jumlah penduduk secara keseluruhan.
Director and Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, menyebut dari data tersebut, kenyataannya hanya 2,72 persen masyarakat yang memiliki produk asuransi.
“Artinya mungkin dari sekitar 45 persen tersebut, mungkin hanya kurang dari 10 persen yang membeli produk asuransi,” ucap Hendrawan dalam Media Workshop di Jakarta, 2 Oktober 2025.
Berdasarkan keadaan tersebut, Hendrawan menilai perusahaan asuransi masih memiliki peluang besar untuk mendorong peningkatan literasi asuransi di masyarakat.
Baca juga: Danantara Bakal Ciutkan Jumlah Asuransi dari 15 Jadi 3 Perusahaan
“Kita sebagai pelaku usaha bisa memberikan peningkatan literasi karena memang dalam konteks asuransi, belum banyak masyarakat yang mendapat pemahaman mengenai kegunaan dari asuransi,” imbuhnya.
Di samping itu, ia juga melihat peluang dari adanya 60 juta pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang mana Allianz mencatat bahwa sebanyak 53 persen dari pelaku usahanya tidak memiliki mitigasi asuransi.
Tentunya, dengan pelaku UMKM yang belum mempunyai perlindungan asuransi masih memiliki potensi risiko bisnis, seperti bencana alam yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
Padahal, kurang lebih 60 juta pelaku usaha UMKM itu memberikan kontribusi sebanyak 61 persen dari komposisi Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.
Baca juga: OJK Pangkas Co-Payment Jadi 5 Persen, Begini Tanggapan AXA Financial Indonesia
Oleh karena itu, Allianz perlu memberikan semacam pemahaman bahwa asuransi merupakan suatu kebutuhan bukan beban biaya, yang mana perlindungan asuransi dapat menjadi suatu rencana untuk melakukan mitigasi risiko.
“Kita perlu memberikan kesadaran kepada masyarakat sehingga selain memang masyarakat dapat memiliki satu usaha untuk mitigasi risiko dapat juga dalam konteks tertentu mengurangi beban pemerintah secara umum dalam menghadapi terjadinya bencana,” tutup Hendrawan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More